Sunday, January 14, 2018

√ For Muslimah Only

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau sanggup mengambil faedah.

"Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan hingga pada dongeng cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta biar sanggup melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan tetapkan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu anggun penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai balasannya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan bunyi saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad biar sanggup pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa malu dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini ialah malu bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, olok-olokan dan mentertawakan: "Sesungguhnya saya tidak akan menikahi perempuan pezina."

Saudariku yang mulia, jikalau engkau memang mempunyai nalar untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa janji nikah akan mungkin terealisasi hanya lantaran perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang perjaka ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kau percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melaksanakan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak terang bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan.

Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki ialah sehabis menikah. Adapun selain itu, umumnya ialah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak usang kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur awut-awutan padahal mereka telah berpacaran sebelum janji akad nikah dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang awut-awutan sebelum hingga pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: "Pada suatu malam saya bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian dia menyebutkan haditsnya hingga pada sabdanya SAW -: "Kemudian kami mendatangi bangunan menyerupai tanur yang di dalamnya terdengar bunyi gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat laki-laki dan perempuan telanjang yang disambar oleh pengecap api dari bawah mereka. Ketika pengecap api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: "Adapun laki-laki dan perempuan yang ada di tanur tersebut mereka ialah laki-laki dan perempuan pezina. Maka apakah engkau ingin menjadi bab dari mereka wahai saudariku muslimah?

Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon lantaran bahu-membahu Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis insan pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian biar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.

Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali lantaran suatu hajat dan janganlah terlalu gampang engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya lantaran hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang dipakai oleh serigala insan sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.

Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta lantaran hal itu juga merupakan sarana yang dipakai oleh mereka.

Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh malu dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi.

Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan dongeng cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu lantaran hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.

Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam marah Rabbmu.

Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, lantaran barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.

Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari sobat yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu biar tidak terjatuh pada kasus yang akan mendatangkan marah Rabbmu.

Saudariku yang mulia,
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa lantaran hal tersebut merupakan alasannya ialah hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan alasannya ialah datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.

Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan bederma shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.

Saudariku,
Setelah engkau baca pesan yang tersirat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: "Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)

Maka apabila engkau wahai saudariku telah karam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada ketika itu tidaklah lagi mempunyai kegunaan penyesalan.

Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mendapatkan taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam nirwana Firdaus Al-A'la.

Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.

Sumber: Bunga Rampai Seri-11

Sumber http://teenozhealthanalyst.blogspot.com