Sunday, January 21, 2018

√ Oljen

Semester 4. Di sini pada dasarnya ilmu-ilmu terpenting bagi seorang analis kesehatan. Ketemu lagi dengan Bakteriologi, Parasitologi, Hematologi, dan Kimia Klinik. Trus ada yang gres niyh: Imunologi, Epidemiologi, Transfusi Darah, serta Amami (Analisis Makanan dan Minuman). Kayaknya semester ini bakal sangat menarik!. Yes..!. asyik asyik..!. ^_^
Belajar Parasitologi, kali ini berkaitan dengan Entomologi (ilmu perihal serangga), terutama yang sering menimbulkan penyakit. Pekan depan kami disuruh membawa jentik-jentik nyamuk (dalam bahasa gaulnya sering disebut “oljen”, kependekan dari “olok-olok jeknek”. Orang orisinil Makassar niscaya taulaah...). jadilah seharian itu kami (para analis) sibuk berkelana menyusuri tempat Banta-bantaeng demi mendapat makhluk imut itu. Cari di kolam ikan, aquarium, vas bunga, got, dll.. Alhamdulillah balasannya sanggup juga. ^_^. Aku sendiri menemukan makhluk imut itu dalam sebuah genangan air pada ember bau tanah di bawah pohon mangga salah satu sudut kelurahan Banta-bantaeng. Si Oljen dengan santainya menggeliat-menggeliat turun naik permukaan air. Heheh.. belum tau dia!. Akhirnya , dengan jurus menangkap capung, eth salah!. Menangkap oljen maksudnya. Bermodalkan gelas aqua bekas, balasannya saya berhasil juga membantai makhluk tak berdaya itu.. wuahaha..! (Sadisnya!. Ckckck..).
Dengan hati riang, ku bawa pulang si Oljen ke kediamanku, ku letakkan secara terhormat di meja belajarku. Trus ku amati baik-baik bentuknya, ku hitung jumlah yang berhasil ku tangkap. Waaooww.. larva ukuran kecil jumlahnya lebih dari 50 ekor, Bro!. Buaanyaaknyaa..!. trus larva besarnya ada 40 ekor lebih!. Belum lagi yang bentuk pupa, kayaknya ada 10-an ghitu!. Mantap! Hasil tangkapanku lumayan.. heheh.. Oleh ibu Dosen, kami disuruh mengamati dan mencatat proses metamorfosis dari Oljen ini. Mulai dari model larva (soalnya telurnya gak sanggup keliatan sih) hingga jadi nyamuk dewasa. Jadinya, bentar-bentar diintip lagi tuh si Oljen dalam botol. Wualaah.. ahli niyh si Oljen. Selama sepekan ini bakalan jadi artis!. Diburu para analis.. mantap mantap mantap!.

____________________________________________

Oke.. kini waktunya berguru perihal nyamuk..
Dengan mengenal ragam nyamuk, kita sanggup tahu upaya mencegah ancaman penyakit yang ditularkannya.
          Hampir semua orang bau tanah yang memiliki anak balita, terlebih bayi, niscaya menginginkan rumahnya terbebas dari nyamuk. Sayangnya, tamu tak diundang ini tidak siang maupun malam selalu saja berkunjung ke rumah kita. Terlebih bila di rumah banyak terdapat pepohonan rimbun dan tempat air tergenang.
Bagaimanapun kita harus mewaspadainya alasannya yakni nyamuk ini juga sering menjadi mediator beberapa penyakit. Contohnya, malaria atau demam berdarah. Kenapa, sih, nyamuk bahagia berada bersahabat manusia?
         Menurut Soeroto Atmosoedjono, analisis bakteriologi lulusan Eijkman Institute, yang telah bergelut meneliti nyamuk lebih dari 60 tahun. “Nyamuk mengisap darah orang atau hewan untuk kelangsungan hidupnya. Selain untuk makan, bagi yang betina juga untuk sanggup memproduksi telur. Oleh alasannya yakni itu nyamuk betina mencari makan dengan cara menggigit, sementara nyamuk pejantan sanggup mendapat zat-zat kuliner dari alam, semisal dari sari-sari bunga.”
Menurut peneliti yang pernah mendapat beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri ini, 2-3 hari sesudah menggigit, nyamuk akan bertelur. Lalu beberapa hari kemudian telur-telur itu akan menetas di air menjadi jentik-jentik halus. Dari jentik kemudian bermetamorfosis kepompong, hingga balasannya menjadi nyamuk melalui proses metamorfosis.
ANEKA NYAMUK
Inilah beberapa jenis nyamuk yang sanggup ditemukan di sekitar rumah.
* Nyamuk Anopheles

Sering orang mengenalnya sebagai salah satu jenis nyamuk yang menimbulkan penyakit malaria. “Nyamuk malaria banyak terdapat di rawa-rawa, saluran-saluran air, dan permukaan air yang terekspos sinar matahari. Ia bertelur di permukaan air.”
Nyamuk ini hinggap dengan posisi menukik atau membentuk sudut. Sering hinggap di dinding rumah atau kandang. Warnanya bermacam-macam, ada yang hitam, ada pula yang kakinya berbercak-bercak putih. Waktu menggigit biasanya dilakukan malam hari.
Banyak jenis nyamuk Anopheles yang sanggup menimbulkan penyakit malaria. Ada Anopheles sundaicus yang banyak terdapat di air payau, ibarat di Kepulauan Seribu. Nyamuk ini berkembang biak di lingkungan yang banyak ditumbuhi ganggang. Ia akan meletakkan telurnya di ganggang hijau yang banyak reniknya, sehingga begitu menetas, jentiknya pribadi mendapat kuliner renik yang hidup di antara ganggang tersebut.
Ada lagi Anopheles maculatus dan Anopheles balabacensis yang banyak terdapat di perbukitan, ibarat di Bukit Manoreh, Yogyakarta. Biasanya nyamuk ini bertelur di mata air, di air rembesan, atau di sungai yang tak deras airnya, ibarat di antara bebatuan sungai. Ada lagi Anopheles aconitus yang banyak hidup di daerah pesawahan atau saluran-saluran air yang ada rumputnya. Selain yang sudah disebutkan, masih banyak lagi jenis Anopheles lainnya. Menurut Soeroto ada sekitar 70 jenis nyamuk ini.
Penyakit malaria yang ditimbulkan pun jenisnya bermacam-macam, tergantung jenis parasitnya. Semisal, ada malaria falsiparum, vivak, ovale, dan malariae. Selain itu, nyamuk Anopheles sanggup juga menimbulkan penyakit kaki gajah.
* Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk inilah yang menimbulkan penyakit demam berdarah. Pada tubuhnya tampak bercak hitam-putih. Bila dilihat dengan beling pembesar, di sisi kanan-kiri punggungnya tampak gambar dua buah arit berwarna putih. Paling sering hinggap di baju-baju yang menggantung dan berada di tempat-tempat gelap, ibarat di bawah tempat tidur. Selain juga suka bertelur di air yang bersih, ibarat di tempayan, kolam mandi, vas bunga, dan lainnya. Ia bertelur dan menetas di dinding ember air. Telur atau jentik nyamuknya sanggup bertahan selama 2-3 bulan.
Nyamuk ini menggigit di pagi dan sore hari, antara pukul 08.00 – 12.00 dan 15.00 – 17.00. Bila nyamuk ini sudah menggigit orang atau binatang, pada hari ketiga nyamuk tersebut akan bertelur, dan dua hari kemudian menetas. Setelah 8 hari, jentik tersebut sudah jadi nyamuk. Selama itu, 2 hari sekali nyamuk bertelur, sehingga si betina akan mencari darah lagi. Jadi, jikalau nyamuk itu menggigit seorang penderita demam berdarah, maka kurang lebih dalam 10 hari nyamuk tersebut sudah infektif atau mengandung virus demam berdarah. Bila menggigit orang, virusnya akan masuk ke tubuh orang yang digigit. Virus demam berdarah akan ada selama nyamuk itu hidup. Karena setiap 2 hari sekali beliau menggigit, maka virusnya sanggup masuk ke orang lain lagi. Demikian terus penyebarannya.
Menurut Soeroto, paling jauh nyamuk ini terbang dalam radius kurang lebih 50-100 meter ke kanan-kiri sekitar rumah. Makara telur nyamuk demam berdarah sanggup berada sekitar itu. “Oleh alasannya yakni itu, bila sudah ada kasus demam berdarah di sekitar rumah kita, segeralah dilakukan pengasapan. Maksudnya, untuk membunuh nyamuk yang mengandung virus/nyamuk yang infektif, semoga tak ada penularan demam berdarah.”
* Nyamuk Aedes albopictus

Spesies ini juga sanggup menularkan demam berdarah. Nyamuk ini biasanya banyak terdapat di kebun atau di halaman rumah. Cirinya hampir sama dengan Aedes aegypti, yaitu bercak-bercak putih di badan. Bila dilihat dengan beling pembesar tampak di median punggungnya ada garis putih.
Waktu menggigitnya pun sama dengan Aedes aegypti, yaitu di pagi dan sore hari. Bertelurnya di air tergenang, contohnya pada kaleng-kaleng bekas yang menampung air hujan di halaman rumah. Pada trend penghujan, nyamuk ini banyak terdapat di kebun atau halaman rumah alasannya yakni di situ terdapat banyak tempat yang terisi air.
* Nyamuk Culex fatiqans

Nyamuk rumah ini menggigit di malam hari. Hinggapnya di mana saja, entah itu di pakaian yang tergantung maupun di dinding rumah. Warna nyamuknya bermacam-macam, ada yang hitam, ada juga yang cokelat. Telurnya mengelompok, ibarat membentuk rakit. Jentiknya menggantung di air. Ciri nyamuk ini, ketika hinggap posisi tubuhnya tidak menukik tapi mendatar.
Ia lebih banyak ditemui di air keruh atau tempat yang banyak mengandung material organik atau materi makanan, ibarat di got. Meski begitu, beliau juga suka berada di air yang jernih.
Nyamuk ini sanggup menjadi mediator penyakit kaki gajah atau filariasis. Penyakit ini penyebabnya yakni cacing Wuchereria bancrofti yang berada dalam darah seorang penderita. Bila nyamuk mengisap darah penderita yang mengandung bibit filariasis, maka cacing dari penderita tersebut sanggup terbawa dan ditularkan pada orang lain lewat gigitannya. “Dulu di Jakarta banyak dijumpai penyakit ini, tapi kini sudah berkurang,” ujar peneliti yang pernah mendapat Meritorious Honour Award (1993) dari pemerintah Amerika Serikat, alasannya yakni menemukan teknik pembiakan in vitro cacing filarial penyebab kaki gajah.
BEBERAPA HAL YANG HARUS KAMU KETAHUI TENTANG NYAMUK :
·         Nyamuk itu bergotong-royong bukan gigit tapi menghisap.
·         Jenis nyamuk itu ada lebih dari 2500 jenis. Kebanyakan bergerak aktif pada waktu dini dan malam hari.Tapi ada juga jenis nyamuk yang menghisap ditengah hari.
·         Bukan cuma insan aja yang suka tempat gelap, tapi nyamuk juga suka tempat gelap, ibarat dipohon,  rumputan.
·         Nyamuk lebih suka menghisap darah insan yang menggunakan baju warna jelas daripada yang warnanya gelap.
·         Bukan cuma insan juga yang punya selera, tapi nyamuk juga. Ada nyamuk yang suka darah manusia, kerbau, burung, kura-kura dsb.
·         Nyamuk sanggup kawin di udara dalam 15 detik.
·         Nyamuk jantan yakni pemakan sayuran alias vegetarian. Kenapa nyamuk betina enggak?? Soalnya dalam darah itu terdapat protein yang mereka butuhkan untuk menghasilkan telur.
·         Nyamuk mendeteksi insan lewat helaan nafas kita, terutama waktu kita tidur dan olahraga.
·         Nyamuk juga merupakan salah satu biro penyakit buat manusia. Contoh : malaria.
·         Goresan dikulit akhir gigitan nyamuk merupakan reaksi alergi terhadap liur nyamuk yang disuntikkan ke tubuh kita guna mencegah pembekuan darah.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2942637

Sumber http://teenozhealthanalyst.blogspot.com