Assalammualaikum, Selamat tiba di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas perihal pelajaran Geografi yaitu Tentang “Persebaran Penduduk“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Daftar Isi
Pengertian Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk ialah Persebaran atau distribusi penduduk ialah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara.
Jenis-Jenis Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk sanggup dibagi menjadi dua:
Persebaran penduduk berdasarkan geografis
Persebaran penduduk secara geografis ialah karakteristik penduduk berdasarkan batas-batas alam menyerupai pantai, sungai, danau dan sebagainya.
Persebaran penduduk berdasarkan manajemen pemerintahan
Persebaran penduduk secara manajemen ialah karakteristik penduduk berdasarkan batas-batas wilayah manajemen yang ditetapkan oleh suatu negara, contohnya jumlah penduduk di desa A atau di kecamatan B.
Teori-Teori Kependudukan
Berikut ini terdapat beberapa teori-teori kependudukan, yaitu sebagai berikut:
Teori Malthus (Thomas Robert Malthus)
Orang yang pertama-tama mengemukakan teori mengenai penduduk ialah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul majemuk pandangan sebagai perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :
- Bahan kuliner ialah penting untuk kehidupan manusia
- Nafsu insan tak sanggup ditahan.
Malthus juga menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari materi makanan. Akibatnya pada suatu ketika akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.
Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil sanggup meningkat secara arismatik (deret hitung). Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah yang sanggup mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan insan yaitu dengan jalan :
Preventive check
Yaitu faktor-faktor yang sanggup menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya antara lain :
- Penundaan masa perkawinan
- Mengendalikan hawa nafsu
- Pantangan kawin
Positive checks
Yaitu faktor-faktor yang menimbulkan bertambahnya kematian, termasuk di dalamnya antara lain :
- Bencana Alam
- Wabah Penyakit
- Kejahatan
- Peperangan
Positive checks biasanya sanggup menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju.
Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain :
- Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks.
- Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan sanggup mempertinggi produksi materi kuliner dengan cepat.
- Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya
- Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi kesehatan dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari Negara.
Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels)
Karl Marx dan Friedrich Engels (1834) ialah generasi setelah Maltus. Paham Marxist umumnya tidak oke dengan pandangan Maltus, lantaran menurutnya paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia. Dasar Pegangan Marxist ialah beranjak dari pengalaman bahwa insan sepanjang sejarah akan sanggup beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Beda pandangan Marxist dan Maltus ialah pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan pertumbuhan penduduk.Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap materi makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Marxist juga beropini bahwa semakin banyak jumlah insan semakin tinggi produk yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan penduduk.
Pendapat Aliran Marxist
- Populasi insan tidak menekan makanan, tapi menghipnotis kesempatan kerja.
- Kemeralatan bukan terjadi lantaran cepatnya pertumbuhan penduduk, tapi lantaran kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh
- Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi produktifitasnya, kalau teknologi tidak menggantikan tenaga insan sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya, ini berarti ia menolak teori Malthus perihal moral restraint untuk menekan angka kelahiran.
Aliran Neo-Malthusian (Garreth Hardin & Paul Ehrlich)
Pada masa 20 teori Malthus mulai diperdebatkan kembali. kelompok ini menyokong aliran Malthus, akan tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk mengurangi jumlah penduduk dengan memakai cara-cara “Preventif Check” yaitu memakai alat kontrasepsi.
Tahun 1960an dan 1970an foto-foto telah diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat menyerupai sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan materi bakar dan materi kuliner yang terbatas. Pada suatu ketika kapal ini akan kehabisan materi bakar dan materi kuliner tersebut sehingga kesudahannya malapetaka menimpa kapal tersebut.
Tahun 1871 Ehrlich menulis buku “The Population Bomb” dan kemudian direvisi menjadi “The Population Explotion” yang berisi:
- Sudah terlalu banyak insan di bumi ini.
- Keadaan materi kuliner sangat terbatas.
- Lingkungan rusak alasannya ialah populasi insan meningkat.
Analisis ini dilengkapi oleh Meadow (1972), melalui buku “The Limit to Growth” ia menarik kekerabatan antara variabel lingkungan (penduduk, produksi pertanian, produksi industri, sumber daya alam) dan polusi. Tapi walaupun begitu, melapetaka tidak sanggup dihindari, hanya insan cuma menunggunya, dan membatasi pertumbuhannya sambil mengelola alam dengan baik.
Kritikan terhadap Meadow umumnya dilakukan oleh sosiolog yang menyindir Meadow lantaran tidak mencantumkan variabel sosial-budaya dalam penelitiannya. Karena itu Mesarovic dan Pestel (1974) merevisi gagasan Meadow & mencantumkan kekerabatan lingkungan antar kawasan.
Teori Transisi Kependudukan
Tahap Peralihan keadaan demografis:
- Tingkat kelahiran dan simpulan hidup tinggi, penduduk tetap/naik sedikit, anggaran kesehatan meningkat, inovasi obat-obatan semakin maju dan angka kelahiran tetap tinggi.
- Angka simpulan hidup menurun, tingkat kelahiran masih tinggi, pertumbuhan penduduk meningkat.
- Angka simpulan hidup terus menurun, angka kelahiran menurun – laju pertumbuhan penduduk menurun.
- Kelahiran dan simpulan hidup pada tingkat rendah pertumbuhan penduduk kembali menyerupai kategori I – mendekati nol.
Persebaran Penduduk di Indonesia
Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya mempunyai luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk atau population density sanggup diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu. Kepadatan penduduk sanggup dibedakan menjadi tiga macam, berikut ini :
- Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian. Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian sanggup dibedakan atas kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis.
- Kepadatan penduduk agraris ialah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian.
- Kepadatan penduduk fisiologis ialah perbandingan antara jumlah penduduk total (baik yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun tidak) dengan luas lahan pertanian.
Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah Indonesia tidaklah sama, hal ini tentu saja mengakibatkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja, stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan.
Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui untuk mengetahui ada tidaknya tanda-tanda kelebihan penduduk (overpopulation), untuk mengetahui pusat-pusat aglomerasi penduduk, serta untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. Informasi-informasi tersebut pada kesudahannya akan dipakai sebagai dasar perencanaan pembangunan di tiap-tiap daerah.
Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal lantaran kurangnya sumber daya manusia. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melakukan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanannegara.
Faktor-faktor yang menimbulkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain lantaran pulau Jawa:
- Sebagai sentra pemerintahan.
- Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
- Merupakan sentra kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
- Tersedia banyak sekali jenjang dan jenis pendidikan.
- Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.
Faktor Penyebab Persebaran Penduduk
Persebaran atau distribusi penduduk ialah bentuk penyebaran penduduk di suatuwilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk ialah angka yang menunjukkan jumlah rata-ratap penduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah negara. Faktor-faktor yang menghipnotis penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
- Faktor Fisiografis
- Faktor Biologis
- Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Kegunaan mengetahui kepadatan penduduk suatu wilayah ialah :
- Untuk mengetahui persebaran penduduk suatau wilayah
- Untuk mengetahui telah terjadi peledakan penduduk disuatu wilayah atau belum yang bersifat menonitor.
- Untuk mengetahui penyebab perbedaan kepadatan penduduk dengan daerah lain disekitarnya.
- Untuk mengetahui pusat-pusat kebudayaan, dimana budaya timbul pada penduduk yang padat dan penduduk makin padat budaya makin tinggi.
Persebaran yang tidak merata kuat terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi eksploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai pola ialah hutan yang terus menyusut lantaran ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak jelek dari berkurangnya luas hutan adalah:
- terjadi banjir lantaran penyerapan air hujan oleh hutan berkurang
- terjadi kekeringan
- tanah sekitar hutan menjadi tandus lantaran erosi
Daya dukung lingkungan dari banyak sekali daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggidibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa sanggup mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, contohnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra.
Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau sanggup berakibat pada terjadinya tekanan-tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung kehidupan.
Faktor penyebab persebaran penduduk yang tidak merata antara lain:
- Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, lantaran sanggup dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
- Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu lembap biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
- Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
- Sumber air
- Perhubungan atau transportasi
Dampak Persebaran Peduduk
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menimbulkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas daerahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar menyerupai Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya sanggup mengakibatkan imbas jelek terhadap lingkungan hidup seperti:
- Munculnya permukiman liar
- Sungai-sungai terkontaminasi lantaran dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
- Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
- Timbulnya banyak sekali problem sosial menyerupai perampokan, pelacuran dan lain-lain.
Upaya Mengatasi Persebaran Penduduk
Upaya tersebut ialah :
- Pemerataan pembangunan.
- Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
- Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat perihal pengelolaan lingkungan alamnya.
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan aktivitas transmigarasi.
Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Persebaran Penduduk: Pengertian, Jenis, Teori, Faktor, Dampak & Upaya
Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!
Baca Artikel Lainnya:
- Pengertian Negara dan Bangsa Menurut Para Ahli Serta Perbedaannya
- Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang Serta Cirinya
- Pengertian Bela Negara Secara Fisik dan Secara Non Fisik
- Kerajaan Gowa Tallo
Sumber aciknadzirah.blogspot.com