“Paragraf Silogisme” Pengertian & ( Bentuk – Rumus – Jenis – Contoh )
GuruPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai paragraf silogisme & entimen yang dimana dalam hal ini mencakup pengertian beserta contoh, nah semoga lebih memahami dan di mengerti simak ulasannya dibawah ini.
Paragraf Silogisme
Paragraf silogisme adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola pikir silogisme. Silogisme adalah jenis kecerdikan sehat deduktif yang dipakai oleh seseorang untuk menyusun suatu argumentasi, deduktif yaitu salah satu teknik mengambil kesimpulan dalam sebuah tulisan.
Terdapat dua premis dalam paragraf silogisme dan satu kesimpulan, premis merupakan pernyataan yang dijasikan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Kedua premis tersebut yaitu premis umum “premis mayor” dan premis khusus “premis minor”.
Bentuk Paragraf Silogisme
Silogisme terdiri dari dua buah premis: premis umum (PU) dan premis khsusu (PK) dan satu kesimpulan.
- PU yaitu berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kumpulan atau kelompok tertentu yang mempunyai sifat atau ciri tertentu.
- PK yaitu pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari kumpulan atau kelompok tersebut.
- Kesimpulan yaitu menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok mempunyai sifat atau ciri dari kumpulan atau kelompok tersebut.
Rumus Paragraf Silogisme
Adapun untuk rumus Paragraf Silogisme sebagai berikut:
- PU : A = B
- PK : C = A
- K : C = B
Contoh:
- PU : Semua guru pandai mengajar
- PK : Intan adalah seorang guru
- K : Intan pandai mengajar
Contoh paragraf
Semua guru pandai mengajar, kepintaran para guru dalam mengajar sudah terbukti dari gelar yang mereka dapatkan sesudah lulus dari sekolah tinggi tinggi.
Sementara itu, Intan adalah seorang guru. Maka sanggup dikatakan bahwa intan adalah guru yang pandai mengajar.
Jenis-Jenis Paragraf Silogisme
Adapun jenis-jenis paragraf silogisme yang diantaranya yaitu:
Silogisme Golongan
Terdapat dua premis dan satu kesimpulan pada jenis silogisme ini, kedua premis tersebut yaitu premis umum dan premis khusus.
- Premis umum menyatakan bahwa terdapat golongan atau kelompok tertentu mempunyai sifat atau hal tertentu.
- Premisi khusus menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu adalah anggota dari kelompok tersebut.
- Kesimpulan menyatakan bawah anggota tersebut mempunyai sifat atau hal tertentu dari golongan atau kelompok tersebut.
Rumus
- PU : A = B
- PK : C = A
- K : C = B
Keterangan
- PU : Premis umum
- PK : Premis khusus
- K : Kesimpulan
Contoh
- PU : Semua binatang mamalia bernafa dengan paru-paru
- PK : Kucing adalah binatang mamalia
- K : Kucing bernafas dengan paru-paru
Silogisme Negatif
Adapun ciri-ciri silogisme negatif yaitu adanya penggunaan kata bukan atau tidak pada kedua premis dan kesimpulan. Jika salah satu premis bersifat negatif maka kesimpulannya juga negatif.
Contoh
- PU : Semua siswa SMAN 9 angkatan tahun 2015/2016 lulus ujian nasional.
- PK : Jono adalah siswa SMAN 9
- K : Jono lulus ujian nasional
Silogisme Yang Salah
Silogisme yang salah merupakan jenis silogisme dimana kesimpulan yang di tarik dari kedua premis memunculkan kesalahan. Agar tidak terjadi keselahan dalam menarik kesimpulan, maka merumuskan kesimpulan suatu premis haruslah cermat. Untuk mencegah kesalahan tersebut maka hal-hal dibawah ini perlu diperhatikan yaitu:
Dua premis khusus akan menghasilkan kesimpulan yang diragukan.
Contoh:
- PK : Rina diterima sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya
- PK : Rina adalah anak yang sholehah
- K : Rina yang sholehah diterima sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya
Dalam premis khsusu A tidak menjadi predikat C tidak dihubungkan dengan A tetapi dengan B. Makara kedua premis “premis umum dan premis khusus” dihubungkan dengan B, dengan demikian kesimpulan yang dihasilkan diragukan.
Contoh:
- PU : Semua anggota karang taruna adalah anak yang pintar.
- PK : Arin septiyani adalah anak yang pintar.
- K : Arin septiyanai adalah anggota karang taruna.
Dua premis negatif akan menghasilkan kesimpulan yang diragukan.
Contoh:
- PU : Semua pengendara sepeda tidak memerlukan SIM.
- PK : Zia bukan pengendara sepeda.
- K : Zia memerlukan SIM.
Jika premis umum tidak menyatakan semua anggota kelompok maka kesimpulan yang dihasilkan akan diragukan.
Contoh:
- PU : Tidak semua siswa Sekolah Menengan Atas Dahulu Kala adalah penerima olimpiade.
- PK : Yoni adalah penerima olimpiade.
- K : Yoni adalah siswa Sekolah Menengan Atas Dahulu Kala.
Demikianlah pembahasan mengenai “Paragraf Silogisme” Pengertian & ( Bentuk – Rumus – Jenis – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut sanggup menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Baca Juga:
- Paragraf : Pengertian, Unsur, Syarat, Fungsi, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap
- “Huruf Miring” Pengertian & ( Tata Cara Penggunaan )
- “Huruf Kapital” Pengertian & ( Tata Cara Penggunaan )
- Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap
Sumber aciknadzirah.blogspot.com