Friday, May 18, 2018

√ Unsur Hara Mikro


a.     Besi (Fe)
Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe sanggup diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan materi organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi sanggup juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibentuk dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa dipakai yakni Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tumbuhan sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan perembesan lewat akar, terutama pada tumbuhan yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih hemat dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
a. Catalase                   : H2O + H2O  O2 + 2H2O
b. Peroksidase             : AH2 + H2O  A + H2O
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut contohnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe  menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan karenanya juga penyusunan protein menjadi tidak tepat Defisiensi Fe menimbulkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein sanggup disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan menimbulkan pengurangan kegiatan semua enzim.
b.      Mangan (Mn)
Mn diserap oleh tumbuhan dalam bentuk Mn++, dengan tidak adanya unsur Mn maka tumbuhan tidak sanggup hidup, jikalau kekurangan Mn tumbuhan akan menjadi klorotis, hijau daun tidak terbentuk. Mn kuat pula terhadap proses dessimilasi yaitu pernafasan. Enzym-enzym yang mengatur proses ini mengandung Mn.
Konsentrasi yang sanggup membahayakan terletak pada 10 hingga beberapa puluh miligram perliternya. Bila terlalu banyak Mn terjadi klorose mirip kekurangan Fe, juga susunan akar akan mati dan berwarna merah coklat. Kelebihan Mn sanggup diberikan sedikit garam-garam besi yang larut, maka klorose hilang lantaran kedua unsur tersebut merupakan antagonis satu sama lainnya.
c.       Borium
Borium diserap oleh tumbuhan dalam bentuk BO8=. Kekurangan unsur ini sanggup menimbulkan kuncup-kuncup dan pucuk daun jadi mati. Pertumbuhan didalam meristema akan terganggu, yang menimbulkan terjadinya kelainan-kelainan dalam pembentukan bekas pembuluh, Sehingga pengangkutan makanan akan terganggu.

d.      Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin sanggup diserap dalam bentuk senyaewa kompleks organik, contohnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tumbuhan bik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tumbuhan dan dalam xylem >99% dalam bentuk kompleks.
Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 contohnya kalkosit (Cu2S), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit (Cu3AsS4), tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit (Cu2O), sinorit (CuO), malasit [Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].
Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini memiliki berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu kuat pafda klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tumbuhan generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.Adapun tanda-tanda defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun lemah.
e.       Zink (Zn)
Zink diserap dalam bentuk Zn++. Zink dalam kadar rendah menunjukkan dorongan terhadap pertumbuhan. Sedangkan jikalau kadar berlebih walau sedikit akan menjadi racun bagi tanaman.
Persenyawaan-persenyawaan Zn memiliki fungsi pada pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan psikologis. Gejalagejala kekurangan Zn ialah daun antara tulang-tulang daun berwarna merah coklat.
f.       Molibdin (Mo)
Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tumbuhan terlalu tinggi, selain toksis bagi tumbuhan juga berbahaya bagi binatang yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral cukup mengandung  Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya tanda-tanda defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari pembersihan air. Tanah yang disawahkan menimbulkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan lantaran dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tumbuhan yakni mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul lantaran kekurangan Mo hampir ibarat kekurangan N. Kekurangan Mo sanggup menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun  menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

Sumber http://kickfahmi.blogspot.com