Showing posts with label Kebanggaan. Show all posts
Showing posts with label Kebanggaan. Show all posts

Thursday, May 17, 2018

√ Ir.Achmad Murdijat


Betapa indahnya menara Kuala Lumpur yang telah usang menjadi ikon parawisata negeri melayu. Menara yang tingginya mencapai 421m ini merupakan menera telekomunikasi tertinggi di dunia setelah CN Tower in Canada (553 metres), Ostankino Tower in Russia (540 metres) dan Shanghai Tower in China (468 metres). Tidak sedikit wisatawan internasional yang tiba ke Malaysia hanya untuk menyaksikan Menara Kuala Lumpur, termasuk wisatawan asal Indonesia.

Tapi taukah kalian siapa yang merancang bangunan Luarbiasa ini?

Jawabannya adalah Ir.Achmad Murdijat.

Siapakah dia?

Dia anak ibu pertiwi yang telah menggemparkan dunia Internasional dengan maha karyanya, tapi tak pernah lupa akan bangsanya. Ya meskipun Alumni ITB ini elah bertahun-tahun hidup dan bekerjadi Malaysia, tapi jiwa dan raganya masih milik ibu Pertiwi.

Buktinya?


Ir. Achmad Moerdijat, pernah mengatakan: “Saya besar hati menjadi bangsa Indonesia. Karenanya, walaupun aku sudah 14 tahun tinggal dan bekerja di Malaysia, kewarganegaraan aku masih tetap Indonesia. Saya tidak mau mengubahnya” Kompas 4 September 1995.
Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

√ Kapal “Star 50”


Kalo ada yang tanya apa dapat dilakukan anak Indonesia, maka akan saya jawab BANYAK.

Kalo ada yang menginginkan Bukti, maka lihatlah KAPAL STAR 50 ini


Kapal Star 50 merupakan salah satu kapal terbaik dunia yang diproduksi oleh PT.PAL Indonesia. Kapal Star memiliki panjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter, Kapal Star ialah kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) Erlyne 50.000 Dead Weight Tonnage (DWT). Kapal ini merupakan kapal terbaik dunia untuk kelas kapal berbobot mati 50.000 ton. Kapal ini sepenuhnya hasil rancang bangkit putra – putri Indonesia loh! Star 50 memakai kandungan lokal 35 % sampai 45 % dengan materi – materi berkualitas tinggi dan punya kecepatan maksimal 14,5 knot. *(1 knot = 1 mil bahari = 1852 meter, berbeda dengan 1 mil darat = 1600 meter).

Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

Wednesday, May 16, 2018

√ Serdadu Nato Dilindungi Indonesia


Ini ialah Foto serdadu NATO yang juga dikenal sebagai militer Internasional. Prajurit terbaik dari seluruh penjuru dunia berkumpul di sini dengan satu tujuan yaitu memperlihatkan keamanan bagi insan di palnet bumi. Untuk menjadi serdadu yang disegani mereka telah dibekali banyak sekali taktik perang dan juga tekhnologi yang paling mutakhir. Tapi percayalah kalian bahwa Indonesia juga ikut berkontribusi besar dalam memfasilitasi serdadu Nato?

Dari foto yang saya tampilkan Coba tebak kira2 dimana tugas Indonesia?

Mungkin kalian akan mengira,

Helikopter..

Senjata api..

Pasukan..

Dana..

atau Ahli Strategi..

Dan pada hasilnya tanggapan yang benar ialah SERAGAM


Kalian Ngira nggak kalo seragam militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) yg digunakan ratusan anggota militer baik Eropa, Amerika dan Asia memakai seragam buatan pabrik PT Sritex yang berlokasi di Skoharjo. Produk Sritex telah diakui memenuhi standar NATO sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. Perusahaan ini juga melayani pembuatan seragam militer untuk 25 negara (Indonesia, Australia, Brunei, Kamboja, Siprus, Inggris, Jerman, Kuwait, Lebanon, Nepal, Oman, Qatar, Swis dll)


Keren KAN?





Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

√ Putra Indonesia Mendesaign Mobil


Woow.. Ada lagi Prestasi Putra Indonesia di Kancah Internasional.
 
Siapa sih yang tidak mengenal kendaraan beroda empat Volkswagen alias VW. Mobil yang dekat disapa VW kodok ini, gres saja mengeluarkan VW Beetle dengan desain terbarunya. Namun siapa sangka, ternyata desain kendaraan beroda empat ini dikerjakan oleh putra orisinil Indonesia berjulukan Chris Lesmana. Sejak 4 tahun lalu, desainer asal Bandung ini mendesain ulang wajah Beetle, dan hasil rancangannya itu dipakai sebagai dasar kendaraan beroda empat Beetle terbaru ini.
Untuk mendesain kendaraan beroda empat ini, Chris bekerja sama dengan desainer exterior, Frank Bruse. Di tangan Chris, kendaraan beroda empat VW kodok ini dipercantik dengan atap yang lebih rendah, roda yang lebih besar dan interior yang sporty. Mobil ini pun dibentuk lebih bulat dan condong serta lebih diperuntukkan bagi wanita.
Selain merancang New Beetle, desainer kendaraan beroda empat VW asal Indonesia, Chris Lesmana juga mendesain kendaraan beroda empat VW lainnya. Nama Chris Lesmana pun terlihat dalam banyak sekali daftar paten

Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

√ Kartini Hidup Lagi



Begitu banyak prestasi yang diukir oleh perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini. Seperti diantaranya, sebagai menteri keuangan terbaik Asia tahun 2006 oleh Emerging Markets, sebagai perempuan paling kuat ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan juga sebagai perempuan paling kuat ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Prestasi mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati semakin diakui di kancah internasional. Salah satunya, ia meraih Madhuri and Jagdish N Sheth International Alumni Award for Exceptional Achievement dari University of Illinois di Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat. Tidak sembarang orang yang mendapatkan penghargaan tersebut. Salah syaratanya memang haruslah alumnus UIUC. Namun itu tidak cukup, melainkan alumnus tadi harus telah mengatakan prestasi menonjol secara profesional, baik secara internasional maupun domestik. Prestasi terutama sanggup dianggap turut membantu negaranya dan dunia melalui bantuan terhadap pemerintah, kemanusiaan, ilmu pengetahuan, seni mapun kesejahteraan manusia.
Tapi sayang KARTINI modern ini tak pernah dihargai oleh Bangsanya sendiri..
Berbagai kasus kurupsi PARPOL telah menenggalamkannya dalam lautan hitam politik Negeri ini…
Tapi saya percaya Sri Mulyani akan segara keluar dari segala fitnah dan tuduhan, alasannya yaitu orang baik selamanya akan mendapatkan Takdir Baik..

Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

Tuesday, May 15, 2018

√ Putra Indonesia Menemukan Planet Dan Bintang


Johny Setiawan menciptakan mata dunia tercengang dengan inovasi planet pertama yang mengelilingi bintang gres TW Hydrae.
PENEMUAN itu sangat spektakuler alasannya yakni dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.
Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang gres TW Hydrae dengan memakai teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

Dengan inovasi tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti sanggup menciptakan kesimpulan penting perihal waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, menyerupai bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?
Bagaimana arsitektur planet? Seberapa usang proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet menyerupai bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut.
”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek menyerupai ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk kegiatan pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla.
”Ini merupakan inovasi paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya.
Untuk pertama kali, kita telah menemukan eksklusif bahwa planet-planet terbentuk dalam bulat cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan penilaian bulat cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, administrator Planet and Star Formation Department di MPIA.  (eforum3, Kaskus)


Sumber http://kickfahmi.blogspot.com

Sunday, April 29, 2018

√ Sejarah Dancok

Bagi kalian yang suka bilang JANCOK.
Uppsss….
Mungkin ada juga yang bilang DANCOK.
Sadarkah kalian akan apa arti dari sebuah DANCOK…?????
Jika tidak paham dan tidak mengerti sebaiknya jangan suka Sok-sokan dengan sering memaki dengan kata-kata JANCOK, DANCOK tau DIANCOK…
…………………………….
Baiklah biar kalian tau makna dan sejarah DANCOK saya akan menunjukkan sedikit pengetahuan dari apa yang telah say abaca di banyak sekali sumber..

Jancok dalam kepastian sejarah masih simpang siur. Namun banyak pemerhati sejarah yang menyepakati bahwa pisuhan ini mulai gaul pada jaman post kolonial. berdasarkan Edi Samson, tim 11 Cagar Budaya Surabaya, jancuk berasal dari bahasa Belanda, yakni yantye ook, yang berarti ‘kamu juga’. Kendati demikian, tidak ada sumber tertulis yang membenarkan bahwa pernyataan Edi Samson tersebut yaitu sebagai asal-usul dari jancuk sendiri

Kata tersebut seringkali diucapkan dan menjadi kata gaul oleh belum dewasa Indo-Belanda sekitar tahun 1930an. Pergeseran pengucapan menjadi jancok itu dilakukan oleh arek surabaya. Hal ini terjadi lantaran di surabaya terdapat perbedaan kelas yang sangat menonjol antara belum dewasa Indo-Belanda dengan belum dewasa pribumi. Kata-kata yang sering diucapkan oleh belum dewasa Indo-Belanda, salah satunya yaitu yantye ook tersebut sering kali dipelesetkan sebagai materi olokan oleh belum dewasa pribumi.
Kata yantye ook sendiri oleh belum dewasa pribumi dipelesetkan menjadi yanty-ok, yang secara ekspresi terdengar [yantcook]. Dalam perkembangannya menjadi kata tersebut menjadi jancuk dan disini mulai muncul pengistilahan yang berbeda-beda dari kata tersebut. Jancok sering dikaitkan dengan dengan secualitas menyerupai “jaluk diencok” yaitu minta disetubuhi.
Namun Arek Pelemahan menganggap jancuk sejatinya berasal dari wilayah mereka. jikalau dilihat dari aspek oral history, anggapan tersebut sanggup diterima, mengingat Pelemahan merupakan salah satu kampung tertua di Surabaya. Warga Pelemahan menganggap bahwa jancuk secara etimologi merupakan abreviasi dari Marijan dan Ngencok. Secara historis mereka menganggap bahwa Marijan, sebagai warga Pelemahan yang gemar bekerjasama secual secara bebas tanpa ikatan pernikahan—dalam bahasa Surabaya disebut ngencok.

Asumsi lain yang mendasarkan jancuk secara etimologis yaitu anggapan bahwa jancuk merupakan abreviasi dari jaran (terj. kuda) dan ngencok. Asumsi inilah yang lebih banyak disepakati oleh masyarakat Surabaya, artinya secara mayoritas, kebanyakan, masyarakat Surabaya menganggap demikian.
Dalam perkembangan yang begitu cepat, kata jancok menjadi populer. jancok menjadi simbol aksen/pengucapan dalam setiap aktifitas Arek Surabaya. Dalam perang kemerdekaan, kata jancok menjadi kata pengobar semanga p0juang selain kata allahu akbar. Coba perhatikan film perjuangan, Surabaya 10 November 1945, jancok dijadikan sebuah ungkapan untuk menumpahkan rasa kesal, kecewa ataupun motifator.

Jancok, Dancok, atau disingkat menjadi Cok (juga ditulis  Jancuk  atau  Cuk,  Ancok atau Ancuk) yaitu sebuah kata yang menjadi ciri khas komunitas masyarakat di Jawa Timur, terutamaSurabaya dan Malang. Meskipun mempunyai konotasi buruk, kata jancok menjadi pujian serta dijadikan simbol identitas bagi komunitas penggunanya, bahkan dipakai sebagai kata sapaanuntuk memanggil diantara teman. [1]
Normalnya, kata tersebut dipakai sebagai umpatan pada ketika emosi meledak, marah, atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok meluas hingga menjadi simbol keakraban dan persahabatan khas di kalangan sebagian arek-arek Suroboyo.

Etimologi

Menurut Kamus Online Universitas Gadjah Mada , istilah “jancuk, jancok, diancuk, diancok, cuk, atau cok” didefinisikan sebagai “sialan, keparat, brengsek (ungkapan berupa perkataan umpatan untuk mengekspresikan kekecewaan atau sanggup juga dipakai untuk mengungkapkan ekspresi keheranan atas suatu hal yang luar biasa)”

Sejarah

Kata ini mempunyai sejarah yang masih rancu. Kemunculannya banyak ditafsirkan lantaran adanya pelesetan oleh orang-orang terdulunya yang salah tangkap dalam pemaknaannya, dimana versi-versi ini muncul dari beberapa negara tetangga yang orang-orangnya mengucapkan kata yang mempunyai intonasi berbeda namun fon-nya hampir sama. Dikarenakan orang-orang dari beberapa negara tetangga tersebut mengucapkan kata yang hampir menyerupai kata jancok itu dengan ekspresi murka atau geram dan semacamnya, orang-orang Jawa dulu mengartikan kata jancok (menurut pengecap orang Jawa) yaitu kata makian.
Setidaknya terdapat empat versi asal-mula kata Jancok
1. Versi Kedatangan Arab
Salah satu versi asal-mula kata “Jancuk” berasal dari kata Da’Suk. Da’ artinya “meninggalkanlah kamu”, dan assyu’a artinya “kejelekan”, digabung menjadi Da’Suk yang artinya “tinggalkanlah keburukan”. Kata tersebut diucapkan dalam logat Surabaya menjadi “Jancok”.
2. Versi Penjajahan Belanda
Menurut Edi Samson, seorang anggota Cagar Budaya di Surabaya, istilah Jancok atau Dancok berasal dari bahasa Belanda “yantye ook” yang mempunyai arti “kamu juga”. Istilah tersebut popular di kalangan Indo-Belanda sekitar tahun 1930-an. Istilah tersebut diplesetkan oleh para sampaumur Surabaya untuk mencemooh warga Belanda atau keturunan Belanda dan mengejanya menjadi “yanty ok” dan terdengar menyerupai “yantcook”. Sekarang, kata tersebut bermetamorfosis “Jancok” atau “Dancok”.
3. Versi Penjajahan Jepang
Kata “Jancok” berasal dari kata Sudanco berasal dari zaman romusha yang artinya “Ayo Cepat”. Karena kekesalan cowok Surabaya pada ketika itu, kata perintah tersebut diplesetkan menjadi “Dancok”.
4. Versi Umpatan
Warga Kampung Palemahan di Surabaya mempunyai sejarah oral bahwa kata “Jancok” merupakan abreviasi dari “Marijan ngencuk” (“Marijan bekerjasama badan”). Kata encuk merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti “berhubungan badan”[4], terutama yang dilakukan di luar nikah. Versi lain menyebutkan bahwa kata “Jancuk” berasal dari kata kerja “diencuk”. Kata tersebut balasannya bermetamorfosis “Dancuk” dan terakhir bermetamorfosis “Jancuk” atau “Jancok”.

Aroma s3kualitas Dalam Moralitas Bertutur

Dari banyak sekali perkiraan tersebut, sanggup ditarik beberapa kesamaan yang sanggup memunculkan sebuah identifikasi terhadap jancuk sendiri. Pertama, jancuk merupakan ungkapan atau kata sapaan yang bersifat olok-olok, artinya jancuk dipakai sebagai bahasa untuk mengejek, mengolok-olok. Kedua, munculnya ‘aroma’ secualitas yang kental dalam jancuk.
Jancuk yang kental unsur secualitasnya menyerupai abreviasi dari jaran dan ngencok. Dapat diuraikan disini bahwa munculnya kata jaran merupakan simbol laki-laki, simbol keperkasaan. Disamping itu, kuda merupakan simbol sikap liar dan tidak terkendali. Menurut estimologi dari perkiraan jaran dan ngencok tersebut, sanggup ditarik sebuah pengertian eksplisit jaran (kuda) yang sedang bersetubuh. Akan tetapi, berdasarkan Srihono, redaktur majalah Penyebar Semangat, menyampaikan bahwa jancuk itu berarti menuk’e jaran sing diencokno, atau sanggup diartikan sebagai proses mengawinkan kuda.
Berdasarkan keterangan diatas, sanggup ditarik sebuah pemaknaan ihwal ‘kuda yang dikimpoikan (oleh manusia)’. Hal ini terjadi lantaran memang secara alamiah, kuda tidak sanggup melaksanakan persetebuhan dengan betinanya dikarenakan kelamin kuda yang terlalu besar. Sifat kuda yang menyerupai inilah yang kemudian sanggup dikorelasikan dengan karakteristik Arek Surabaya. Tak sanggup dipungkiri pada tahun 1930an-1940an, arek surabaya dikenal sebagai masyarakat yang berwatak keras, dan egaliter—sifat ini yang diturunkan dan menjadi karateristik masyarakat Surabaya hingga kini.
Jancuk dipakai masyarakat Surabaya dalam proses interaksi sosial mereka. Arek Surabaya memakai jancuk ini sebagai suplemen berbahasa sehari-hari. Pada awalnya, tidak ada yang memaknai jancuk ini sebagai kata yang berkonotasi negatif, alasannya yaitu menyerupai yang diungkapkan diatas, bahwa pada hakikatnya jancuk hanyalah merupakan ungkapan yang menerangkan suasana keakraban internal kelompok masyarakat Suarabaya sendiri.
Pada dasarnya jancuk merupakan penanda masyarakat Surabaya yang berwatak keras, bahkan terkesan ‘kasar’. Pernyataan tersebut tidaklah salah, alasannya yaitu memang secara harfiah, jancuk merupakan abreviasi dari kosakata yang ‘ditabukan’, namun disisi lain masyarakat Surabaya dikenal sebagai masyarakat yang dalam proses interaksi sosial menganut sistem masyarakat yang bersifat egaliter. Sistem masyarakat yang bersifat egaliter yaitu sebuah sikap sosial dalam sebuah proses interaksi sosial yang tidak membeda-bedakan manusia, terutama dalam ruang lingkup kelompok sosialnya sendiri, dalam hal status dan derajat sosialnya (Kellner, 2003: 215)

Hal tersebut tampaknya menguatkan kepercayaan bahwa kata jancok sudah merupakan identitas arek Suroboyo, sekaligus kata salam atau sapaan yang menjadi suatu ungkapan yang mengandung arti kedekatan emosi sesuai dengan huruf arek Soroboyo. Namun demikian baik Sabrod. D Marioboro maupun Edi T. Samson menyampaikan dalam penggunaannya harus tetap memperhatikan esensi, situasi, kawasan dan kepada siapa kata itu diungkapkan dan ditujukan. Jangan hingga hanya kerena ‘jancok’ terjadi pertumpahan darah yang menumbangkan persatuan yang selama ini dibina.
Apa makna “Jancok” berdasarkan anda? Apakah anda kerap kali mengucapkan kata Jancuk, Jancok, Cok atau Cuk?


Sumber http://kickfahmi.blogspot.com