Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Thursday, February 23, 2017

√ Teknik Menata Lahan Miring Metode Salt

Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas pertanian. Selama ini pemanfaatan lahan miring dalam bentuk kebun dan sawah berundak diketahui mempunyai resiko abrasi dan tanah longsor yang tinggi. Sehingga banyak petani enggan memanfaatkan lahan miring untuk tumbuhan pangan, mereka hanya memanfaatkannya untuk tumbuhan keras.


Di sisi lain, kebutuhan materi pangan semakin tinggi, mengingat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat saban harinya. Oleh alasannya yaitu itu ekstensifikasi lahan pertanian pangan menjadi salah satu pilihan yang tak bisa dihindari. Sehingga pemanfaatan lahan miring untuk aktivitas pertanian menjadi salah satu pilihan yang realistis ditengah keterbatasan lahan yang ada.


Pada tahun 1971, di Filipina diperkenalkan sebuah metode untuk menata lahan miring oleh Mindanao Baptist Rural Life Center (MBRLC). Dikemudian hari, teknik yang terkenal dengan nama SALT tersebut diakui sebagai salah satu metode terbaik dalam menata lahan miring. Teknik SALT diyakini bisa meminimalkan erosi, membantu mengembalikan struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan produksi tanaman, gampang dipraktekkan alasannya yaitu memakai alat sederhana, membutuhkan tenaga yang rendah sehingga cocok untuk petani berlahan sempit, dan tidak membutuhkan modal besar. Setidaknya, ada 10 langkah untuk menerapkan teknik menata lahan miring dengan metode SALT, berikut langkah-langkahnya.


Langkah 1. Membuat alat kerja


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 1. Menggunakan frame A


Hal pertama yang harus dilakukan untuk menata lahan miring yaitu menciptakan alat kerja yang dinamakan Frame A.  Sebuah alat yang berbentuk mirip abjad A, terbuat dari kayu ataupun bambu. Alat ini bisa dibuat sendiri dengan mudah. Caranya, pilih tongkat kayu atau bambu yang besar lengan berkuasa tetapi jangan terlalu besar. Potonglah tongkat tersebut dengan panjang 1,5 meter sebanyak 2 buah, yang nantinya akan berfungsi sebagai kaki penopang. Kemudian buat lagi belahan tongkat lain dengan panjang ½ meter, yang akan digunakan untuk bab palang. Satukan salah satu ujung dari kedua tongkat yang berfungsi sebagai kaki penopang, bisa dengan cara diikat ataupun dipaku. Kemudian ujung lainnya letakkan ditanah yang datar, beri jarak sejauh 1 meter antar ujung tersebut sehingga membentuk segitiga. Pasang dan ikatkan, tongkat yang ketiga pada segitiga tersebut sehingga membentuk abjad A. Paku atau ikat dengan kuat. Frame A ini akan digunakan untuk menciptakan garis lintasan.


Langkah 2. Membuat garis lintasan


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 2. Menemukan garis lintasan


Menemukan titik-titik lintasan

Tahap selanjutnya dalam menata lahan miring yaitu menentukan titik-titik lintasan. Sebaiknya untuk menentukan titik-titik lintasan ini diikerjakan oleh 2 orang, satu memegang alat Frame A, satu lagi menancapkan patok pada setiap titik yang ditandai. Pertama-tama potonglah tongkat kayu atau bambu sepanjang 30 cm untuk patok atau tiang pancang. Banyaknya patok diadaptasi dengan kebutuhan menurut luas lahan yang akan kita tata. Bersihkan lahan dari semua rintangan dan semak belukar untuk memudahkan menentukan titik lintasan dan memberi tanda.


Pilih sembarang titik dimana garis lintasan akan dibentuk. Mulailah bekerja pada areal yang paling tinggi. Cara mengerjakannya sebagai berikut, letakan salah satu kaki (kita sebut saja kaki belakang) dari Frame A di atas tanah. Cari daerah untuk meletakkan kaki yang lain (sebut saja kaki depan)  di atas tanah yang tingginya sama dengan kaki belakang. Untuk memastikan ketinggian tanah antara kaki belakang dan kaki depan telah sama, gunakan benang yang diikatkan pada ujung segitiga Frame A bab atas. Sedangkan ujung benang lainnya diberi pendulum, boleh paku atau benda lainnya. Apabila garis benang tersebut membagi bidang Frame A sama besar (lihat Gambar 1), bisa dikatakan kedua permukaan tanah sama tinggi. Fungsi benang dan pendulum bisa juga digantikan dengan meletakkan water pass pada palang Frame A, dimana gelembung air harus berada di tengah.


Ketika kita sanggup meletakkan kedua kaki Frame A pada ketinggian tanah yang sama, berarti kita sudah berhasil menentukan titik lintasan. Berilah tanda dengan patok yang telah dibuat pada kaki bab belakang.  Selanjutnya, putarlah kaki belakang Frame A dimana kaki bab depan berfungsi sebagai poros (jangan diangkat). Sekarang kaki belakang jadi kaki depan dan kaki depan jadi kaki belakang. Carilah permukaan tanah yang mempunyai ketinggian yang sama dengan kaki yang menjadi poros. Nah, kini angkat bab poros dan tandai dengan patok.  Begitu selanjutnya untuk menentukan titik-titik lintasan.


Menentukan garis lintasan

Gerakkan Frame A terus menerus ke arah depan dengan cara mirip diatas. Berilah tanda dengan patok pada setiap titik yang didapatkan (lihat Gambar 2). Lakukan terus langkah tersebut sampai datang pada titik terakhir dari areal lahan kita. Kemudian tarik garis yang menyambungkan titik yang telah dibuat. Sekarang kita sudah menemukan garis lintasan.


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 3. Mengukur garis lintasan


Jarak Antar Garis Lintasan

Lakukan langkah menciptakan garis lintasan mirip di atas untuk menciptakan lintasan-lintasan dibawahnya. Cobalah menciptakan beberapa garis lintasan yang mungkin. Ingatlah, semakin bersahabat batas garis antar lintasan maka peluang untuk abrasi berkurang. Juga peluang untuk memproduksi unsur hara dalam bentuk biomassa semakin besar dan memungkinkan tanamanan tumbuh dengan baik.


Ada 2 kriteria untuk menentukan jarak antar lintasan: garis vertikal dan garis horizontal. Secara vertikal, sebaiknya garis berikutnya tidak lebih dari 1 meter dibawahnya untuk mencegah abrasi berlebihan. Pada bab yang kemiringannya ekstrim atau curam, jaraknya harus lebih pendek. Sementara itu, pada lahan yang datar, sebaiknya jarak horizontal antar garis tidak lebih dari 5 meter untuk memaksimalkan administrasi kesuburan tanah.


Langkah 3. Menyiapkan garis lintasan


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 4. Menyiapkan garis lintasan


Setelah garis-garis lintasan dibuat, selanjutnya lakukan pengolahan tanah atau pembajakan diantara garis-garis tersebut, bisa dengan bajak ataupun cangkul. Pengolahan tanah dilakukan memanjang mengikuti alur garis sampai ke ujung lahan. Lebar setiap areal pembajakan usahakan sebesar 1 meter. Patok atau pancang akan memandu kita dikala pembajakan. Tidak usah dipaksakan untuk membajak semua areal diantara garis lintasan. Sisa-sisa yang tidak terbajak akan mempunyai kegunaan sebagai penahan erosi, alasannya yaitu akan diperuntukan bagi tumbuhan penyeling.


Garis-garis lintasan yang telah dibuat akan membentuk pola bedengan atau terasering yang mengikuti kontur permukaan lereng gunung atau lahan miring. Dengan mengikuti bentuk kontur asli, abrasi dan resiko tanah longsor akhir pengolahan tanah bisa ditekan minimal.


Langkah 4. Menanam tumbuhan sumber nitrogen


Pada setiap garis lintasan dibuat 2 buah alur pada jarak ½ meter (lihat gambar 4), sehingga membentuk lintasan yang kita sebut gang.  Tanamlah tumbuhan sumber nitrogen pada setiap alur gang kemudian tutup dengan tanah. Salah satu tumbuhan sumber nitrogen yaitu tumbuhan pagar leguminosa. Tanaman leguminosa mempunyai kemampuan untuk tumbuh di areal tandus dan kering. Hal tersebut menciptakan tumbuhan ini sangat baik untuk mengembalikan kesuburan tanah pada perbatasan pemikiran sungai, areal yang miring dan areal lain yang sudah gundul. Melalui daun-daun yang jatuh akan memperkaya dan menciptakan tanah menjadi subur. Sebagai tambahan, tumbuhan leguminosa bisa bersaing dengan rumput-rumput keras, dimana umumnya tanah-tanah tersebut sudah kehabisan unsur hara alasannya yaitu sistem pertanian konvensional.


Contoh lain tumbuhan sumber nitrogen adalah Flemingia macrophylla, Desmodium rensonii, Gliricidia sepium, dan Calliandra calothyrsus. Tumbuhan terebut pola yang paling baik dari tumbuhan adonan nitrogen sebagai pagar tumbuhan pada pertanian SALT. Tanaman pagar lainnya yaitu Indigofera tysmane, Calliandra tetragona, Leucaena luecocephala dan Leucaena diversifolia. Harus juga diingat, kita harus menentukan tumbuhan tanaman nitrogen yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah.


Langkah 5. Mengolah lahan alternatif gang


Jika kita ingin menanami gang sebelum tumbuhan perhiasan nitrogen tumbuh dengan baik, olahlah pada gang  berselang seling, contohnya gang ke 2,4,6,8, dan seterusnya. Pengolahan alternatif ini akan mencegah terjadinya abrasi alasannya yaitu gang yang tidak perlu di bajak akan menahan tanah yang dibajak. Jika tumbuhan perhiasan nitrogen telah tumbuh dengan baik maka kita sudah bisa menanami tumbuhan pada setiap gang.


Langkah 6. Menanam tanam tumbuhan permanen


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 5. Menanam tumbuhan permanen


Tanamlah tumbuhan permanen pada setiap gang ke-3. Tanaman permanen ini bisa ditanami bersamaan waktunya dengan tumbuhan adonan nitrogen. Hanya pada titik-titik yang kosong yang ditanami dan digali, kemudian sehabis tumbuhan adonan nitrogen berumur 8 bulan atau tinggi 1 meter, maka lahan sudah sanggup diolah secara maksimal. Adapun pola dari tumbuhan permanen yaitu durian, rambutan, manggis, duku, pisang, kopi atau tumbuhan lain yang mempunyai tinggi yang sama. Tanaman yang pohonnya tinggi sebaiknya ditanaman pada lereng yang paling bawah sedangkan tumbuhan yang tidak begitu tinggi ditanam pada lereng yang paling atas.


Langkah 7. Menanam tumbuhan berumur pendek dan sedang


Dalam menata lahan miring tanamlah tumbuhan yang umurnya relatif pendek atau sedang diantara gang atau antara tumbuhan permanen. Tanaman-tanaman ini menjadi sumber masakan sehari-hari atau bisa juga menjadi sumber pendapatan rutin menunggu tumbuhan permanen menghasilkan buah. Adapun pola tumbuhan yang umurnya pendek atau sedang yaitu nenas, jahe, kunyit, kacang kedelai, kacang tanah, melon, semangka, jagung, padi, dan lain-lain. Untuk menghindari tajuk, tumbuhan yang pendek harus jauh dari tumbuhan yang tinggi.


Langkah 8. Merapikan secara rutin tumbuhan sumber nitrogen


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 6. Merapikan tumbuhan secara teratur


Pangkaslah tumbuhan adonan nitrogen secara teratur sekali dalam sebulan dengan tinggi 1 atau 1,5 meter dari tanah. Biarkan potongan-potongan daun dan tangkai di atas permukaan tumbuhan produksi. Hal ini sangat penting untuk mencegah air hujan yang jatuh. Potongan-potongan tumbuhan adonan nitrogen yang sudah dipangkas ini juga akan sangat elok sebagai pupuk organik untuk tumbuhan permamen maupun tumbuhan yang berumur pendek. Dengan jalan ini maka secara otomatis kebutuhan pupuk komersial bisa dikurangi.


Langkah 9. Menerapkan rotasi tanaman


Jalan yang paling baik untuk melaksanakan rotasi tumbuhan yaitu menanam tumbuhan serealia (gandum-ganduman) mirip jagung dan padi. Setelah itu tumbuhan akar mirip ubi, ubi rambat, kentang, wortel, dan lain-lain. Setelah itu tumbuhan kacang-kacangan mirip kacang panjang, buncis, kacang tanah, kacang kedelai, dan lain-lain. Setelah itu tumbuhan buah mirip cabai, melon, semangka, timun, terung, dan lain-lain. Dengan jalan ini pula, kesuburan tanah terpelihara dengan baik dan mata rantai hama juga bisa terputus.


Langkah 10. Membangun teras hijauan


 merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi aktivitas per √ Teknik menata lahan miring metode SALT

Gambar 7. Terasing akan terbentuk secara alamiah


Langkah terakhir dalam menata lahan miring yaitu mencegah erosi. Hal yang perlu dilakukan yaitu merawat tumbuhan pagar semoga tetap tumbuh lebat dan sehat. Adalah hal yang umum kalau kita melihat jerami, tangkai-tangkai kayu, ranting-ranting, dahan-dahan, daun-daun, batu-batuan disekitar tumbuhan perhiasan nitrogen pada pertanian dengan sistem SALT. Jika kita merawatnya dengan baik, maka semakin usang tumbuhan perhiasan nitrogen bekerja dengan baik. Areal juga akan kelihatan hijau dan indah. Perpaduan seni, keindahan, alam yang lestari serta panen yang berlimpah akan terwujud dengan teknik SALT ini.


Sumber: Asian Rural Life Development Foundation



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Wednesday, February 22, 2017

√ Cara Budidaya Caisim Organik

Caisim atau sawi (Brassica sinensis L.) merupakan sayuran daun yang tumbuh di kawasan panas maupun sejuk. Tanaman ini sanggup tumbuh baik pada ketinggian hingga ketinggian 1200 meter dpl. Hasil terbaik untuk budidaya caisim yaitu di dataran tinggi. Namun kebanyakan petani melaksanakan budidaya caisim pada ketinggian 100-500 meter dpl.


Sayuran ini kaya akan kandungan pro vitamin A dan asam askrobat (vitamin C). Sayuran daun ini seringkali dipakai sebagai gabungan pada aneka macam jenis kuliner ataupun jajanan ibarat untuk gabungan mie bakso, nasi goreng atau capcay.


Beberapa literature menyebutkan caisim bermanfaat caisim untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, membersihkan darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.


Tidak ibarat sayuran daun lain, budidaya caisim relatif tahan terhadap air hujan, sehingga sanggup di tanam sepanjang tahun. Dengan syarat drainase kebun tertata dengan baik dan area tumbuhan tidak tergenang air. Budidaya caisim lebih efektif dilakukan melalui tahapan persemaian terlebih dahulu.


Penyiapan benih dan penyemaian


Benih caisim diperbanyak dengan membiarkan tumbuhan hingga berbunga dan menghaislkan biji. Untuk hingga berbunga, tumbuhan harus dibiarkan hingga lebih dari 70 hari. Baru sehabis itu, biji caisim sanggup dipanen. Setelah biji dipanen, segera keringkan dengan menjemurnya. Apabila matahari bersinar terik, proses penjemuran cukup 1-2 hari. Dengan penyimpanan yang baik, benih caisim sanggup tahan hingga 3 tahun.


Cara menyimpan benih yang baik dan murah yaitu dengan menyimpannya dalam botol kaca. Sebelumnya sterilkan botol beling dari jamur dan basil lain dengan cara direbus. Dinginkan botol hingga benar-benar kering. Kmeudian masukkan biji caisim kedalam botol hingga leher botol. Setelah itu tutup botol dengan bubuk halus. Abu ini berfungsi untuk menyerap uap air sehingga kelembaban sanggup dipertahankan pada tingkat yang rendah. Selain itu, tutup bubuk juga masih memungkinkan biji caisim untuk bernafas, atau memungkinkan adanya pertukaran udara.


Sebelum ditanam secara massal, sebaiknya benih caisim disemaikan terebih dahulu. Cara menyemainya yaitu dengan merendam benih dalam air selama + 2 jam. Setelah itu angkat, kemudian tebarkan secara merata di atas media semai. Sebaiknya media semai mempunyai pelindung biar tidak terkena pribadi sinar matahari dan hujan. Media semai terdiri dari kompos halus yang dicampur dengan tanah. Kemudian tutup penyemaian tersebut dengan jerami kering hingga tunas mulai muncul biasanya selama 2-3 hari. Lalu, singkirkan jerami kering dan biarkan bibit caisim tumbuh hingga 2-3 ahad hingga siap dipindahkan. Selama penyemaian kontrol selalu kelembaban media tanam, dan lakukan penyiraman secara teratur.


Pengolahan tanah dan penanaman


Pertama-tama bajak atau cangkul tanah hingga gembur. Kemudian buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20-25 cm, panjang bedengan diubahsuaikan dengan kontur lahan. Campurkan pupuk dasar diatas bedengan, aduk hingga merata. Pemberian pupuk sebanyak 20 ton per hektar, pupuk yang dipakai sanggup kotoran ayam atau kompos yang telah matang. Biarkan lahan selama 2-3 hari.


Ambil bibit caisim yang telah disemaikan sebelumnya. Sebaiknya bibit telah mempunyai 3-4 helai daun. Tanam bibit caisim di atas bedengan dengan jarak tanam 10 x 15 cm. Kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.


Perawatan budidaya caisim


Hal yang perlu diperhatikan dalam budiaya caisim yaitu penyiraman, terutama dimusim kemarau. Pada animo kemarau penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Namun apabila matahari tidak terlalu terik bersinar cukup dilakukan pada sore atau pagi hari saja.


Selanjutnya yaitu penjarangan dan penyulaman. Penjarangan dilakukan apabila tumbuhan tumbuh terlalu rapat. Sehingga daunnya menghalangi tumbuhan lain yang sanggup mengakibatkan pertumbuhan kurang maksimal. Sedangkan penyulaman dilakukan apabila ada tumbuhan yang mati atau layu. Penyulaman memakai tumbuhan gres dari hasil penyemaian sebelumnya.


Selanjutnya tahap penyiangan, biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman caisim, diubahsuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Penyiangan gulma diharapkan pada usia tumbuhan satu ahad semenjak dipindahkan.


Caisim termasuk sayuran daun yang digemari terutama bila ditanam di dataran rendah. Hama yang sering menyerang yaitu sejenis kutu dan walang sangit yang bisanya mengakibatkan daun caisim bolong-bolong. Selain kedua hama tersebut, beberapa hama dan penyakit lain diantaranya ulat dan cacing bulu, bercak daun, anyir basah, penyakit embun tepung, penyakit rebah semai, anyir daun, anyir akar, dan virus mosaik.


Beberapa penanganan pengendalian yang sanggup dilakukan apabila sudah mencapai batas ambang ekonomisnya yakni dengan menciptakan larutan nabati yang terbuat dari kipait dan gadung yang dicampur dengan sabun colek ataupun putih telur sebagai perekatnya. Larutan nabati ini diencerkan dan disemprotkan pada tumbuhan secukupnya. Biasanya larutan ini hanya bersifat mengusisr sementara saja.


Penganan lainnya yakni dengan melaksanakan penyiraman teratur supaya telur kutu ataupun walang sangit yang melekat sanggup terhanyutkan oleh air. Pengendalian hama dan penyakit yang paling penting yaitu menjaga supaya tumbuhan sehat dan tidak kekurangan makanan. Karena bila tubuh tumbuhan tersebut sehat maka hama atau penyakitpun tidak akan sanggup menginvasi ataupun menginfeksi.


Membuat budidaya tumbuhan sehat tersebut kuncinya yaitu dengan menyediakan banyak materi organik di dalam tanah. Selain memperlihatkan asupan unsur yang beragam, materi organik juga menyediakan kuliner bagi para musuh alami hama-hama yang menyerang tanaman.


Panen dan pasca panen


Budidaya caisim sanggup dipanen sehabis 20 hari bibit dipindahkan dari tempat penyemaian atau 40 hari dari awal. Dalam sekali panen budidaya caisim organik sanggup menghasilkan 20 ton per hektar. Caisim dipanen dengan cara dicabut. Kemudian basuh dan bersihkan cuilan akarnya dari tanah atau lumpur.


Setelah dipanen, biasanya caisim disortasi dengan cara mencabuti cuilan daun yang rusak. Kemudian caisim diikat cuilan akarnya, dan digabungkan dengan yang lain kemudian diikat dengan tali bambu.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Cara Budidaya Bayam Organik

Budidaya bayam efektif dilakukan sampai ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Di Indonesia terdapat dua jenis flora bayam (Amaranthus Spp.) yang biasa dibudidayakan para petani.


Pertama, jenis flora bayam cabut yang terdiri dari bayam hujau dan bayam merah. Cirinya, lebar daun relatif kecil, untuk jenis bayam hijau warnanya hijau jelas agak keputih-putihan, untuk bayam merah warnanya merah hati cenderung gelap. Jenis kedua, bayam yang berdaun lebar atau bayam raja. Warna daunnya hijau renta cenderung keabu-abuan, tumbuh bangkit tegak. Cara panennya sanggup dicabut atau dipotong.


Secara metode, budidaya bayam organik memiliki perlakuan sama dengan budidaya non-organik, perbedaannya pada santunan jenis pupuk. Sedangkan untuk pengendalian hama, petani biasa menanganinya dengan memperbaiki kesehatan flora menyerupai santunan pupuk, pengairan dan menjaga kebersihan kebun.


Budidaya bayam lebih efektif dilakukan tanpa tahapan persemaian terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan ialah flora bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Suhu ideal berkisar antara 16-20oC, dengan kelembaban udara antara yang sedang. Namun bayam sanggup menyesuaikan diri pada suhu panas menyerupai di Jakarta sepanjang kelembabannya tinggi. Pada demam isu hujan bayam tidak begitu baik tumbuhnya, daun bayam gampang rusak terkena hujan yang terus-menerus.


Berikut ini langkah-langkah melaksanakan budidaya bayam organik, untuk jenis bayam cabut baik yang berdaun hijau maupun merah.


Penyiapan benih bayam


Benih untuk budidaya bayam disiapkan melalui perbanyakan biji. Benih diambiul dari flora bayam yang dipelihara sampai renta berumur sekitar 3 bulan. Apabila flora masih muda sudah diambil bijinya, daya simpan benih tidak usang dan tingkat perkecambahan rendah. Benih bayam yang baik sanggup disimpan sampai umur satu tahun.


Benih bayam tidak memerlukan masa dorman. Jadi, benih yang gres dipanen bersama-sama sudah siap untuk eksklusif ditanam. Kebutuhan benih untuk budidaya bayam ialah 5-10 kg per hektar, sangat tergantung pada keterampilan menebar.


Pengolahan lahan budidaya bayam organik


Pertama-tama haluskan tanah dan buat bedengan. Lebar bedangan satu meter dan tinggi 20-30 cm sedangkan panjangnya mengikuti kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm. Sebaiknya bedengan membujur dari timur-barat untuk mendapat pencahayaan yang maksimal.


Budidaya bayam sensitif dengan keasaman tanah. Apabila derajat keasaman tanah rendah pH kurang dari enam sebaiknya netralkan dengan kapur atau dolomit sebanyak 2-3 ton per hektar. Apabila pH lebih dari 7 netralkan dengan belerang. Tebarkan pupuk kandang, paling baik kotoran ayam, sebanyak 10 ton per hektar kemudian diamkan selama 2-3 hari. Kotoran ayam merupakan pupuk sangkar yang sangat kaya dengan nitrogen yang sangat diharapkan flora bayam dan jenis sayuran daun lainnya.


Penebaran benih bayam


Benih bayam sangat kecil, dalam budidaya bayam biasanya benih ditebar dengan tangan atau saringan. Usahakan benih menyebar dengan baik. Kepadatan tebar benih ialah 0,5-1 gram per meter persegi. Agar penebaran benih merata, kita juga sanggup mencampurkan benih dengan tanah atau kompos kemudian ditebar di atas bedengan. Berikut ini gambar benih bayam:


Budidaya bayam efektif dilakukan sampai ketinggian  √ Cara budidaya bayam organik


Perawatan budidaya bayam


Perawatan yang paling penting dalam budidaya bayam ialah pengaturan air, terutama ketika awal benih ditebar. Lakukan penyiraman dua kali sehari ketika demam isu kemarau. Jaga selalu kelembaban tanah sampai bayam berkecambah.


Setelah bayam bayam berkecambah, siangi gulma atau rumput yang tumbuh bersama kecambah bayam. Gulma akan berebut nutrisi dengan flora bayam. Berikut beberapa hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya bayam, yaitu ulat daun, kutu daun, tungau, wangi berair dan karat putih. Penanganannya ialah dengan menjaga kesehatan flora dengan penyiraman teratur. Jika sudah meleati ambang hemat yakni dengan penggunaan pestisida hayati, untuk pencegahan lakukan budidaya flora sehat, mencegah timbulnya jamur dan mempertinggi kekebalan tanaman


Menginjak usia flora dua minggu, apabila daun terlihat menguning, berikan pemupukan tambahan. Pemupukan embel-embel sanggup memakai kompos atau kotoran ayam yang telah matang. Atur pemupukan sehemat mungkin untuk menjaga budidaya bayam tetap ekonomis.


Panen dan pasca panen


Budidaya bayam sanggup dipanen mulai 20 hari sehabis tanam atau tinggi flora sekitar 20 cm. Dengan pencabutan rata-rata panen yang dihasilkan dalam satu hektar ialah 20 ton. Sedangkan pada budidaya bayam potong biasanya dipanen pada umur 1-1,5 bulan dengan interval pemerikan seminggu sekali.


Setelah dipanen basuh dan sortir tanaman. Sebelum dikirim, bayam diikat dengan bilah bambu, setiap 50 ikatan digambungkan dalam satu gabung. Simpan hasil panen budidaya bayam ditempat teduh sebab bayam termasuk flora yang cepat layu.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Budidaya Kangkung Darat Organik

Perbedaan utama dua jenis kangkung ini ialah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat  (Ipomoea Reptans) berwarna hijau jelas dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih.


Sedangkan kangkung air  (Ipomoea Aquatica) daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul  sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.


Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, alasannya ialah sayuran ini terjadwal panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita sanggup melaksanakan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi.


Budidaya kangkung darat sanggup dilakukan baik didataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk sanggup tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus mendapat curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat sanggup diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji.


Penyiapan benih untuk budidaya kangkung


Untuk mendapat tumbuhan yang baik, tentunya harus dilakukan pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang terkenal ibarat varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an. Namun yang banyak beredar ketika ini ialah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur ibarat Sidoarjo. Agak sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dipasaran.


Benih kangkung darat yang baik ialah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya sampai umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan memakai benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.


Pengolahan lahan dan pemupukan dasar


Pada budidaya kangkung darat  tanah harus diolah dengan dicangkul semoga gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai jalan masuk drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.


Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, sanggup memakai pupuk sangkar yang telah matang atau pupuk kompos. Pupuk sangkar lebih simpel alasannya ialah tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya sampai kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Apabila memakai pupuk kandang, lebih baik pilih kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tumbuhan kangkung yang terjadwal panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.


Penanaman


Perbedaan utama dua jenis kangkung ini ialah pada bentuk daun dan warna bunga √ Budidaya kangkung darat organik

Penanaman dengan cara ditebar


Penanaman pada budidaya kangkung darat sanggup ditebar pribadi  atau ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan kemudian dipindah tidak terlalu hemat untuk budidaya kangkung darat.  Cara ditebar pribadi dilakukan dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini ialah boros pada penggunaan benih, alasannya ialah sanggup menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil semoga hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk mendapat kepadatan populasi tumbuhan yang ideal. Dimana kepadatan ideal bagi tumbuhan kangkung ialah 50.000 pohon per hektar.


Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita sanggup mengatur jarak tanam sehingga sanggup didapatkan kerapatan populasi tumbuhan yang ideal. Jarak antara lubang tugal ialah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja alasannya ialah pekerjaannya akan lebih lama.  Penugalan tidak perlu terlalu dalam, alasannya ialah budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.


Pemeliharaan dan pemupukan lanjutan


Dalam budidaya kangkung darat tidak diharapkan pupuk yang intensif. Kangkung darat merupakan tumbuhan yang tahan pada kondisi kesuburan tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk mengatakan nutrisi pada tumbuhan sampai siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas ditanami flora kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk embel-embel cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal.


Hanya saja apabila tumbuhan terlihat kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan. Kangkung darat sangat responsif terhadap nitrogen. Apabila diharapkan sanggup diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen ibarat kotoran ayam yang telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen.


Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan ialah penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada ekspresi dominan kering perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tumbuhan terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik sanggup menciptakan tumbuhan mati.


Hal selanjutnya ialah penyiangan, walaupun kangkung merupakan tumbuhan siklus cepat adakalanya tumbuhan muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama ketika penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi tumbuhan relatif agak usang sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal ibarat ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan dicabut.


Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun  dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii). Gejala serangan ulat grayak ialah daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun menciptakan tumbuhan kerdil dan dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman.


Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang ialah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terjangkit penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas.  Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melaksanakan penyiraman yang tepat. Atau kalau terpaksa sanggup memakai pestisida hayati ibarat daun nimba, gadung, dan sereh wangi.


Panen dan pemasaran


Budidaya kangkung darat dari awal sebar sampai panen memakan waktu 30-45 hari. Pemanenan sanggup dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih menentukan tumbuhan kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tumbuhan kangkung sebanyak 23 ton per hektar.


Sebelum di kemas dan dikirim ke pasar, hendaknya kangkung yang telah dicabut dibersihkan dulu dari tanah. Pencucian dilakukan dengan air mengalir atau air higienis semoga terhindar dari kontaminan-kontaminan berbahaya. Tempatkan kangkung di daerah yang lembab dan jangan tersengat sinar matahari langsung.


Berbeda dengan hasil budidaya konvensional, budidaya kangkung darat organik akan menghasilkan produk organik yang higienis dari kontaminan zat kimia berbahaya. Oleh alasannya ialah itu, produknya cenderung mempunyai harga yang lebih tinggi. Sebaiknya jangan dijual pribadi kepada para pengepul yang biasanya sudah siap mengambil pribadi dari lahan. Apabila seni administrasi pemasarannya kita jalankan, bukan tidak tidak mungkin laba yang diperoleh juga lebih besar.


Tips pemasaran sayur organik


#1  Penjualan di kebun (farm gate sale)

Apabila kebun Anda gampang dijangkau, sebaiknya buka penjualan pribadi di kebun. Sasaran pembelinya ialah konsumen akhir.  Biasanya konsumen sayur organik bersedia untuk tiba pribadi ke kebun untuk memastikan produk yang dibelinya. Dengan cara ini sanggup dihemat ongkos distribusi.


#2  Memetik sendiri (pick your own)

Dengan berkembangnya agrowisata, banyak  kebun yang memperlihatkan beli dan petik sendiri. Cara ibarat ini banyak diterapkan oleh kebun-kebun organik di Lembang, Bandung.


#3  Penjualan pribadi (direct seling)

Penjualan pribadi sanggup dilakukan dengan memelihara korelasi dengan komunitas-komunitas konsumen organik. Perlu seni administrasi pengatiran agenda tanam dan membuatkan keragaman tumbuhan untuk memenuhi undangan konsumen. Kita sanggup mengirimkan sayuran ke konsumen dalam bentuk paket-paket siap konsumsi. Untuk sanggup menyediakan paket lengkap sebaiknya berafiliasi dengan sesama pembudidaya pertanian organik lainnya.


#4  Gerai khusus di pasar ritel

Apabila punya lobi yang baik, sayur organik sanggup pribadi masuk ke  pasar ritel moderen. Di ritel-ritel tersebut kita sanggup meminta dibuatkan display khusus organik dan memakai harga premium.


#5  Membuka toko organik

Cara ini sanggup dilakukan dengan kemitraan atau pengembangan perjuangan sendiri bila memiliki modal cukup. Cara ini digunakan oleh beberapa gerai organik di Jakarta yang bekerja sama dengan para petani organik di Bogor.


#6  Penjualan ke komunitas atau koperasi

Saat ini masih jarang petani yang menciptakan grup atau kelompok khusus organik. Namun seiring dengan semakin populernya pangan organik, asosiasi-asosiasi petani organik sudah mulai banyak terbentuk.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Tuesday, February 21, 2017

√ Cara Budidaya Buncis Organik

Buncis atau Phaseolus vulgaris merupakan sayuran buah yang termasuk kedalam kelompok leguminosa. Budidaya buncis cocok dilakukan di dataran sedang sampai tinggi. Ketinggian ideal bagi tumbuhan ini yakni 1000-1500 meter dari permukaan bahari dengan suhu 20-25oC. Namun, budidaya buncis masih sanggup dilakukan di dataran rendah sampai 400 meter dari permukaan laut.


Budidaya buncis memerlukan cahaya matahari yang banyak dengan curah hujan sedang. Tanaman ini cocok dibudidayakan diakhir demam isu hujan dan awal kemarau. Buncis juga peka terhadap genangan air sehingga drainase lahan harus benar-benar diperhatikan.


Di Indonesia terdapat dua tipe tumbuhan buncis. Ada yang tumbuhnya merambat dan tegak. Buncis yang merambat sanggup mempunyai ketinggian sampai 2 meter dan gampang rebah. Oleh alasannya yakni itu, perlu santunan lenjeran bambu untuk menopangnya. Sedangkan tipe yang tegak tinggi hanya 60 cm dan tidak memerlukan lenjeran bambu untuk tumbuh. Pada kesempatan kali ini, kami akan menguraikan cara-cara budidaya buncis tipe merambat.


Pengolahan lahan untuk budidaya buncis organik


 merupakan sayuran buah yang termasuk kedalam kelompok leguminosa √ Cara budidaya buncis organikPengolahan lahan untuk budidaya buncis organik sedikit berbeda dengan pengolahan tanah untuk sayuran daun. Pertama-tama tanah dibajak untuk digemburkan. Campurkan kapur secukupnya apabila kondisi tanah asam. Kemudian buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm.


Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris dengan jarak antar baris 50-60 dan jarak dalam baris 30 cm. Masukkan pupuk sangkar atau kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, kira-kira satu genggaman tangan. Untuk satu hektar tumbuhan dibutuhkan sekitar 20 ton pupuk sangkar atau kompos. Biarkan kompos tersebut selama 1-3 hari.


Penyiapan benih buncis


Budidaya buncis diperbanyak dengan biji yang diseleksi dari tumbuhan sehat dan subur. Cara menyeleksinya berdasarkan bedengan terbaik daerah buncis tumbuh. Alasan pemilihan tumbuhan berdasarkan bedengan supaya proses penuaan tidak menganggu tumbuhan lainnya. Jika seleksi benih dipilih berdasarkan individu tumbuhan maka akan terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang tumbuh dalam bedengan yang sama. Hal tersebut sanggup terjadi alasannya yakni tumbuhan yang mengalami proses penuaan buah akan menyedot nutrisi untuk tumbuhan lain. Sehingga tumbuhan yang buahnya tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen.


Buah yang terpilih untuk calon benih dipetik dan diseleksi. Pilih buah yang besar-besar dan bentuknya sempurna. Kemudian jemur buah buncis di bawah terik matahari sampai kering, biasanya 1-2 hari. Setelah kering, kupas kulit buahnya dan ambil bijinya.


Simpan benih dalam botol beling yang bersih. Setelah botol terisi penuh oleh benih, penuhi lisan botol dengan debu kayu sebagai penutupnya. Manfaat debu kayu sebagai media epilog botol menyerap kelembaban. Sehingga lingkungan dalam botol tetap kering namun masih memungkinkan adanya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan dengan baik sanggup bertahan dalam suhu kamar selama 6 bulan.


Penanaman buncis


Cara paling efektif dalam budidaya buncis yakni menanam biji secara pribadi tanpa proses penyemaian. Masukkan biji buncis siap tanam kedalam lubang yang telah dibuat. Isi setiap lubang dengan 2 biji buncis. Lalu tutup dengan tanah, kemudian siram secara terpola apabila kondisi tanah kering. Kebutuhan benih buncis yakni 50 kg per hektar.


Buncis mulai berkecambah pada 3-7 hari sesudah tanam. Pada hari ke-7 biasanya kecambah telah tumbuh secara serempak.


Perawatan budidaya buncis


Beberapa perawatan yang diharapkan dalam budidaya buncis diantaranya penaikan tanah, pemasangan lenjer bambu dan pemupukan susulan. Tanaman buncis yakni tumbuhan yang tahan kekeringan, kita tidak perlu menyiramnya setiap hari. Meskipun hujan hanya terjadi sekali dalam seminggu, buncis masih sanggup tumbuh dengan baik. Penyiraman hanya dilakukan apabila kondisi kekeringan sudah parah.


Sekitar 2 ahad sesudah tanam, naikkan tanah yang berada disekeliling tanaman. Maksudnya supaya tanah menutupi akar yang menyembul dan memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah dimaksudkan untuk menyiangi tumbuhan penggangu. Dengan penaikan tanah, tumbuhan pengganggu akan tercerabut dari akarnya dan mati.


Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran sanggup dilakukan sesudah ahad ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, kemudian gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer diharapkan supaya tumbuhan merambat naik dan buah tidak mengenai tanah.

Pemupukan susulan diberikan pada ahad ke-3. Berikan satu kepal kompos atau pupuk sangkar yang telah matang pada setiap tanaman. Total kebutuhan pupuk susulan sekitar 20 ton per hektar.


Pengendalian hama dan penyakit


Hama yang ditemui dalam budidaya buncis antara lain kumbang pemotong daun yang merusak jaringan pengangkut. Kumbang ini menjadikan tumbuhan kering dan gagal berbunga. Untuk mengusirnya sanggup dengan pemberian biopestisida dari ekstrak bush gadung dan kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama. Oleh alhasil penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual masih mungkin dilakukan. Biasanya dalam lahan berukuran 100 meter persegi ditemukan 50-100 ekor kumbang.


Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis yakni lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji dan ulat bunga. Pengendaliannya dengan menerapkan kultur teknis ibarat merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tumbuhan daerah persembunyian hama.


Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis antara lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa dan embun tepung. Cara pencegahannya yakni dengan perbaikan drainase dan mencabut tumbuhan yang mati. Pememakaian benih yang benar-benar bebas dari penyakit akan menghindarkan serangan di kemudian hari. Selain itu lakukan rotasi tumbuhan dengan tumbuhan lobak, wortel atau kol bunga. Apabila terpaksa, lakukan penyemprotan pestisida hayati.


Panen budidaya buncis


Buncis mulai berbunga pada 40 hari sesudah tanam. Pada umur 50 hari, buncis sudah sanggup dipanen. Buncis sanggup dipanen 2 hari sekali dengan cara dipotong. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati supaya bunga tidak jatuh. Pemanenan sanggup dilakukan sampai 10 kali.


Biasanya pada panen pertama dan kedua hasinya mencapai 2-4 ton per hektar. Pada panen ketiga sampai kelima akan mencapai puncak kemudian kemudian menurun sampai panen terakhir. Total hasil panen budidaya buncis sanggup mencapai 48 ton per hektar.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Budidaya Kacang Panjang Organik

Kacang panjang atau Vigna Sinensis digolongkan kedalam famili leguminosa. Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tumbuhan sela untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah. Selain bermanfaat sebagai tumbuhan sela, budidaya kacang panjang sangat potensial secara ekonomi.


Budidaya kacang panjang sanggup dilakukan di dataran tinggi sampai 800 meter dpl, maupun rendah. Suhu optimum pertumbuhannya ada di rentang 15-24oC dengan curah hujan 600-1500 mm per tahun. Sedangkan suhu maksimum yang sanggup dicapai yakni 35oC dan suhu minimum 10oC.


Di Indonesia, budidaya kacang panjang sanggup dilakukan sepanjang musim. Namun kebiasaan petani menanamnya di awal animo hujan, terkecuali untuk tanah sawah, petani biasanya menanam di animo kemarau. Kacang panjang menyukai tipe tanah gembur yang terkena pribadi sinar matahari dengan drainase yang baik. Kandungan hara yang berlebih menciptakan tumbuhan tumbuh subur, hanya produksi bijinya minim. Sedangkan di tanah yang unsur haranya lebih rendah, daun tumbuhan tidak begitu subur namun produksi bijinya sanggup lebih baik.


Pengolahan lahan budidaya kacang panjang


Pengolahan tanah berupa pembajakan diharapkan apabila budidaya kacang panjang dilakukan di tanah sawah atau tanah padat. Sedangkan untuk tanah yang sudah gembur tidak diharapkan lagi pembajakan. Buatlah bedengan di atas tanah yang sudah dibajak atau sudah gembur. Tanah yang dibentuk bedengan diusahakan sehalus mungkin supaya perakaran tumbuhan dan drainase berkembang baik.


Bila memungkinkan, bedengan dibentuk sejajar arah timur-barat. Hal ini berkhasiat untuk memaksimalkan penyinaran matahari. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-90 cm, dengan ketinggian 20-25 cm khusus untuk tanah sawah sanggup ditinggikan sampai 30 cm. Panjang bedengan diubahsuaikan dengan lansekap lahan. Jarak antar bedengan dibikin selebar 40-50 cm.


Jarak selebar itu berkhasiat untuk memudahkan proses perawatan dan pemanenan yang dilakukan secara bertahap. Selain itu jarak antar bedengan berfungsi sebagai kanal drainase, terutama kalau kacang panjang ditanam diawal animo hujan. Penggenangan air disekitar tumbuhan harus benar-benar dihindari.


Pemupukan dilakukan pada ketika pembuatan bendengan, pupuk diaduk bersama tanah yang akan dibentuk bedengan. Pupuk yang dianjurkan yakni pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk sangkar yang sanggup digunakan untuk budidaya kacang panjang yakni kotoran ayam, sapi, kerbau, atau kambing. Hanya perlu diperhatikan, sumbangan pupuk sangkar berupa kotoran ayam saja tidak dianjurkan.


Sebaiknya pupuk sangkar terdiri dari kotoran ayam dan kotoran sapi (bisa juga kerbau atau kambing) dengan perbandingan 1:1. Apabila yang tersedia hanya kotoran sapi, kerbau, atau kambing hendaknya sudah benar-benar matang. Jumlah pemupukan yang dianjurkan yakni 20 ton per hektar. Setelah dipupuk, biarkan tanah selama 4-5 hari sebelum benih ditanam.


Penanaman benih kacang panjang


Kacang panjang lebih efektif ditanam secara pribadi tidak disemaikan terlebih dahulu. Pemilihan benih yang baik sanggup dilihat secara fisik, yaitu dari penampilannya yang mengkilap. Selain itu, benih yang baik apabila direndam dalam air akan karam tidak mengapung. Apabila benih dibeli ditoko lebih baik benih telah diuji forum terpercaya.


Jarak tanam kacang panjang yakni 40 cm antar baris dan 30 cm dalam baris, jadi dalam satu bedengan terdapat dua baris. Buatlah lubang dengan cara ditugal pada setiap bedengan dengan memperhitungkan jarak tanam di atas. Kemudian masukan 2-3 biji benih kacang panjang pada setiap lubangnya, tutup dengan tanah. Kebutuhan benih untuk satu hektar lahan sekitar 50 kg.


Perawatan budidaya kacang panjang


Perawatan yang harus diperhatikan yakni penyiraman atau pengairan. Pada lahan beririgasi penyiraman sanggup dilakukan dengan menggenangi lahan dengan air. Setelah tanah dirasa lembab, air dikeluarkan lagi. Pada lahan tadah hujan, terutama ketika awal pertumbuhan benih, penyiraman harus dilakukan secara manual.


Setelah tumbuhan berumur 15-20 hari, berikan pemupukan tambahan. Pemupukan sebaiknya berupa pupuk kompos dengan jumlah 20 ton per hektar dengan disebar disekitar tanaman. Setelah dipupuk, timbun dengan cara menutup dengan tanah sekaligus meninggikan bedengan. Perlakuan ini berkhasiat untuk memperkuat cengkraman perakaran tumbuhan dan pupuk menyerap kedalam tanah.


 Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tumbuhan sela untuk memulihkan kandung √ Budidaya kacang panjang organik

Cara pemasangan lenjer bambu


Setelah pemupukan susulan, pasang lenjeran pada setiap bedengan alasannya kacang panjang sudah mulai membelit. Lenjeran merupakan sebuah potongan bambu sepanjang 2 meter dengan lebar kira-kira 2 cm.


Cara memasang lenjeran yakni dengan menancapkan satu lenjeran sedalam 10-15 cm di sekitar tanaman. Satu lenjeran untuk satu tanaman. Setelah lenjeran ditancapkan, gabungkan 4 lenjeran yang saling berdekatan pada ujung cuilan atasnya, lalu diikat. Lakukan seterusnya pada setiap 4 lenjeran.


Penyiangan diharapkan apabila tumbuh gulma atau rumput dalam bedengan. Lakukan penyiangan terutama pada awal tumbuhan tumbuh untuk menghindari persaingan dalam mendapat nutrisi. Penyiangan dilakukan dengan mencabut dengan tangan atau dipapas dengan arit.


Apabila diperlukan, untuk merangsang keluarnya bunga semprotkan pupuk organik cair pada tumbuhan kacang panjang. Cara pemberiannya, encerkan satu liter pupuk organik cair dalam 10 liter air. Setiap satu liter pupuk yang telah diencerkan cukup untuk menyemprot 10 meter persegi tanaman.


Hama dan penyakit dalam budidaya kacang panjang


Salah satu faktor pembatas produktivitas kacang panjang yakni serangan hama dan penyakit. Hama yang sering dijumpai pada budidaya kacang panjang antara lain:



  • Kutu hitam dan kutu putih, menghisap cairan pada daun sehingga mengakibatkan bercak kuning pada daun. Pada gilirannya akan menganggu proses fotosintesis daun sehingga produksi tidak maksimal.

  • Kepik daun, mengakibatkan lubang-lubang pada daun dengan bentuk yang tidak beraturan.

  • Penggerek polong, pada polong muda akan tampak lubang-lubang kecil dan bijinya habis dimakan. Pada polong bau tanah akan ditemukan bercak-bercak coklat dan didalamnya terdapat ulat hijau beserta kotorannya.

  • Ulat grayak, menyerang seluruh cuilan tumbuhan yang terdapat dipermukaan tanah. Serangan sanggup andal dan meluas sampai menghabiskan seluruh areal tanaman.


Penyakit yang sanggup dijumpai pada budidaya kacang panjang yakni penyakit karat dan bercak daun Cercospora. Namun penyakit pada kacang panjang lebih jarang ditemukan dibanding serangan hama.


Penanganan hama dan penyakit yang sanggup dilakukan dalam budidaya kacang panjang secara organik hanya menggunakan pestisida hayati menyerupai larutan gadung dan kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama, oleh akhirnya penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual sangat mungkin dilakukan, biasanya dalam lahan berukuran 100 meter per segi sanggup terdapat kumbang 50-100 ekor.


Selain itu sanggup juga dilakukan pencegahannya berupa perbaikan drainase dan mencabut tumbuhan yang mati. Juga dengan menggunakan benih yang benar-benar bebas dari penyakit, melaksanakan rotasi tanaman.


Hasil panen budidaya kacang panjang


Budidaya kacang panjang sudah siap dipanen sesudah 45-50 hari. Buah yang siap dipanen berwarna hijau keputihan. Cara panen dilakukan dengan cara dipetik, biasanya periode panen kacang panjang dalam satu kali siklus budidaya sebanyak 15-18 kali. Hasil produksi kacang panjang bergantung pada banyak variabel, diantaranya jenis varieatas tanaman, mutu benih dan pemeliharaan. Budidaya kacang panjang yang baik menghasilkan panen lebih dari 35 ton per hektar.


Cara memetik buah ketika panen memilih produktivitas panen berikutnya. Ada dua cara untuk memetik buah kacang panjang. Pertama, mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah yang melekat pada buah. Kedua dengan cara memutar buah sampai terlepas dari tangkainya. Kedua cara tersebut sanggup menghindarkan kerusakan pada bunga atau buah yang belum siap panen.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, February 20, 2017

√ Cara Budidaya Mentimun Organik

Mentimun atau Cucumis sativus merupakan tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri pada banyak sekali jenis iklim. Namun, budidaya mentimun lebih maksimal pada kondisi iklim kering dengan penyinaran penuh pada suhu 21-27oC. Sedangkan ketinggian ideal untuk budidaya mentimun ialah 1000-1200 meter dari permukaan laut. Meskipun begitu mentimun masih dapat ditanam didataran rendah.


Budidaya mentimun organik membutuhkan perawatan ekstra, alasannya tumbuhan ini rentan terhadap hama dan cuaca. Mentimun akan lebih anggun ditanam pada tanah yang mengandung hara organik cukup banyak. Tekstur tanah yang baik bagi tumbuh kembang tumbuhan ini berkadar liat rendah dengan pH 6-7.


Penyiapan benih mentimun


Budidaya mentimun biasanya memperbanyak tumbuhan melalui biji. Cara mendapat benih yang baik ialah dengan menyeleksi mentimun yang pangkalnya kecil namun buahnya panjang dan besar. Biarkan buah mentimun tersebut masak dipohon. Setelah terlihat akan membusuk petik buah tersebut dan diamkan selama satu malam. Keesokannya buah dibelah dan dikerok bijinya. Lalu masukkan kedalam wadah yang higienis dan biarkan kembali selama satu malam.


Setelah itu, ayak biji mentimun di air mengalir hingga selaput yang menyelubunginya hilang. Untuk memudahkan pengelupasan selaput, campurkan halus debu pada benih tersebut. Pada waktu pengayakan lakukan sortasi biji. Pilih biji yang tenggelam, tidak hanyut terbawa fatwa air. Kemudian jemur biji mentimun selama 2 hari. Setelah dijemur sebaiknya biji dikemas dalam botol beling yang bersih. Simpan biji tersebut selama 1-2 bulan sebelum dipakai untuk menghilangkan masa dormannya. Benih yang disimpan dengan baik dapat bertahan hingga satu tahun.


Sehari sebelum budidaya mentimun dilakukan, siapkan benih dengan cara direndam dalam air hangat selama 3-5 jam kemudian letakkan di kain lembap dan lembab. Setelah 15-24 jam biasanya akan tumbuh tunas dari biji-biji tersebut, dan benih mentimun siap untuk ditanam.


 merupakan tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri pada banyak sekali jenis iklim √ Cara budidaya mentimun organik

Searah jarum jam, cara mengerok mentimun, benih mentimun dalam botol, cara memasang lenjer bambu, buah mentimun untuk benih, pemasangan mulsa plastik. (foto: titispw)


Pengolahan lahan secara organik


Pertama-tama bajak atau balik tanah sedalam 20-30 cm. Pada kondisi tanah dengan pH kurang dari 6 berikan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung keasaman tanah. Campurkan dengan tanah dan diamkan selama 1-2 minggu.


Buat bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 20-30 cm dan panjang diubahsuaikan kebutuhan. Buat jarak antar bedengan 30 cm. Tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik untuk mempertahankan kelembaban tanah, alasannya mentimun lebih baik ditanam di demam isu kemarau yang penyinarannya penuh. Namun, zona perakaran untuk mentimun harus tetap dijaga kelembabannya.


Buatlah lubang tanam pada permukaan mulsa dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dua baris lubang tanam. Jarak antar lubang tanam dalam satu baris 40 cm dan jarak antar baris 50-60 cm.


Berikan pupuk kandang, lebih baik gabungan antara kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi 1:1. Cara pertolongan pupuk dapat ditebar dalam bedengan kemudian diaduk dengan tanah, atau diletakan pada lubang tanam. Letakan pupuk sebanyak 0,5-1 kg pada setiap lubang tanam. Total kebutuhan pupuk untuk satu hektar 20-30 ton. Setelah diberi pupuk biarkan lahan selama 1-2 minggu.


Penanaman benih mentimun


Tanamlah biji yang telah bertunas, yang telah disiapkan dengan cara yang sudah diuraikan di atas. Masukkan masing-masing satu biji kedalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. Siram setiap pagi dan sore hari. Setelah 2 hari biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh dan bertunas agak lebih tinggi.


Perawatan budidaya mentimun


Pada umur 3-4 hari sehabis tanam lakukan pengontrolan tanaman, kemudian segera sulam apabila ada tumbuhan yang mati atau gagal tumbuh dengan benih baru. Bersihkan gulma di sekitar are atanam. Pada umur 2 ahad sehabis tanam, biasanya daun sudah mulai muncul. Berikan pupuk pelengkap berupa pupuk cair.


Pupuk cair dibentuk dari kotoran kambing yang telah matang dicampur dengan air. Komposisi gabungan 1 kg kotoran kambing dengan 1 liter air. Campuran tersebut harus didiamkan terlebih dahulu selama satu minggu. Berikan pupuk cair dengan cara menyiramkannya pada setiap lubang tanam. Kebutuhan pupuk cair ialah 1 liter per meter persegi.


Untuk mendapat buah yang baik, sebaiknya pasang lenjer atau turus terbuat dari bambu. Pasang satu lenjer bambu untuk setiap lubang tanam kemudian ikatkan setiap empat lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tumbuhan untuk melilit atau memanjat pada bambu tersebut.


Pengendalian hama dan penyakit


Beberapa penyakit dan hama yang menyerang mentimu diantaranya dikenal dengan istilah cacantal atau oteng-oteng. Hama ini menyerang daun dan dapat menyebabkan maut pada tanaman. Selain itu, hama yang kerap menyerang mentimun ialah ulat tanah. Hama ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya daun atau buah. Kedua hama ini dapat dikendalikan dengan memakai biopestisida yang terbuat dari ekstrak kipait dan gadung yang dicampur dengan air kencing kelinci.


Penyakit yang menyerang budidaya mentimun ialah anyir daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun dan anyir buah. Penyakit ini dapat dikendalikan secara kultur teknis berupa rotasi tumbuhan dan pembuangan kepingan tumbuhan yang terkena penyakit.


Panen budidaya mentimun


 merupakan tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri pada banyak sekali jenis iklim √ Cara budidaya mentimun organik

Buah mentimun hasil panen, siap dipasarkan. (foto: titispw)


Mentimun mulai berbunga pada 20 hari sehabis tanam dan berbuah sehabis 40 hari. Panen pertama budidaya mentimun biasanya dilakukan sehabis 75 hari. Pemanenan dilakukan secara sedikit demi sedikit selama 1-1,5 bulan. Panen dapat dilakukan setiap hari, umumnya dapat dipetik 1-2 buah per tanaman.


Produksi buah mentimun yang baik dapat mencapai 30 ton per hektar. Mentimun hasil panen harus diletakkan di daerah sejuk alasannya buah mentimun akan cepat kehilangan kandungan air. Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack dalam daerah yang memiliki sirkulasi udara atau dimasukkan karung untuk dijual ke pasar.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com