Monday, March 6, 2017

√ Daur Hidup Kupu Kupu


Daur Hidup Kupu Kupu – Kupu – Kupu juga termasuk kedalam serangga atau insecta. Namun, tidak menyerupai serangga lain, kupu-kupu merupakan serangga yang tidak berbahaya.





Hewan ini biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, habitat mereka berada ditempat yang banyak tumbuhannya, alasannya ialah masakan utama mereka ialah sari bunga.





Selain itu, kupu-kupu mempunyai bentuk yang bagus disertai dengan warna yang bervariasi, sehingga akan terlihat lebih cantik.





Ukuran badan binatang ini tidaklah besar, hanya ada beberapa spesies saja yang mempunyai badan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies yang sering kita temukan.





Hal unik dari kupu-kupu tentunya ada ketika melaksanakan metamorfosisnya, yang dapat dibilang sempurna.





Ingin tahu bagaimana Daur Hidup Kupu-Kupu, berikut penjelasannya.





Baca Juga : Daur Hidup Lalat






Daur Hidup Kupu-Kupu





 Kupu juga termasuk kedalam serangga atau insecta √ Daur Hidup Kupu Kupu
siklus hidup lalat




Secara ringkas, daur hidup kupu-kupu ialah telur -> ulat -> pupa -> kupu-kupu -> telur.





1. Fase Telur





Fase pertama dari binatang ini ialah fase telur. Bagi induk betina, telur – telur ini akan diletakkan dibagian bawah daun yang ia sukai.





Telur ini akan ditempelkan kebelakang daun dengan menggunakan menyerupai lem yang dihasilkan oleh induknya.





Kualitas lem tersebut berpengaruh sekali, bahkan daun atau telurnya tidak sekuat itu. Hal ini tentunya, supaya telur tetap dalam kondisi aman, tidak jatuh ketika angin berhembus kencang.





Selain itu, telur kupu-kupu juga dilapisi oleh kulit luar yang keras, guna menjaga suhut telur dalam kondisi yang baik.





2. Fase Ulat





Telur akan membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk dapat menetas dan memasuki fase kedua dari daur hidup kupu-kupu, yaitu fase ulat.





Dalam fase ini, ukuran dan warna yang dihasilkan berbeda-beda tergantung dari individu induknya. Yang dilakukan dalam fase ulat, yaitu hanya makan saja tidak ada aktifitas lainnya.





Makanan utama bagi ulat ini merupakan dedaunan hijau alasannya ialah banyak mengandung nutrisi dan gizi bagi ulat.





Selain itu, dalam fase ini ulat akan mempunyai racun dan bentuk yang tidak yummy kalau dipandang. Jika tersentuh ulat tersebut, racun yang ada pada ulat kupu-kupu ini akan menimbulkan gatal dan alergi pada badan kita.





Terlepas dari itu semua, fase ini akan menjadi fase yang terpenting bagi kupu-kupu, alasannya ialah ulat akan mempersiapkan dirinya untuk menjelma pupa.





Baca Juga : Daur Hidup Belalang





3. Fase Pupa (Kepompong)





Dalam fase ini, kupu-kupu akan menjadi pupa, dengan memanfaatkan daun untuk dililitkan ke dirinya. Lalu direkatkan dengan benang yang dihasilkan oleh fase ulat, yang sering disebut dengan benang sutera.





Setelah ulat membungkus dirinya, meraka akan ada didalam pupa ini sampai 12 hari kedepan.





Selain itu, fase pupa akan menggunakan enzim dari tubuhnya sampai menyisakan organ penting saja.





Menurut para ahli, bahwa ketika sudah masuk ke fase kupu-kupu, mereka masih menyimpan ingatan dikala masih dalam fase ulat.





Hal tersebut terjadi, alasannya ialah saraf neuron yang tersisa dari peleburan enzim di fase pupa. Sehingga cuilan otak ulat masih tetap menyimpan kenangan dan akan melebur menjadi bentuk otak gres ketika menjadi kupu-kupu.





Selain saraf neuron, cuilan lain yang tak dicerna oleh enzim ialah sel embrio ketika masih dalam fase telur.





Sel tersebut masih utuh, sampai proses terbentuknya fase kupu-kupu cukup umur selesai.





Setelah 12 hari, pupa telah siap menjadi kupu-kupu dan sangat membutuhkan tenaga untuk dapat keluar dari pupa.





Hal tersebut sesuai dengan para ahli, dimana mereka menjelaskan bahwa berat pupa ternyata lebih berat 3 kali lipat dibanding dikala keluar menjadi kupu-kupu dewasa.





Baca Juga : Daur Hidup Kambing





4. Fase Kupu-Kupu





Fase terakhir yaitu menjadi kupu-kupu, dengan proses yang amat mengagumkan.





Saat ingin keluar dari pupa, kupu-kupu akan menggunakan cairan dalam dirinya guna melunakkan cangkang pupa yang telah dibuat ketika dalam fase pupa.





Proses ini pun tak berlangsung lama, hanya beberapa jam saja, kupu-kupu yang bagus telah keluar dari pupa.





Meskipun demikian, kupu-kupu ketika gres keluar dari pupa, akan sangat rentan bagi pemangsanya, alasannya ialah tenaganya sudah habis dikala proses keluar dari pupa.





Terlepas dari itu semua, ketika tenaganya sudah hampir pulih, kupu-kupu akan mencoba untuk menggerakkan sayapnya untuk pertama kali serta memulai babak gres dalam hidupnya.





Klasifikasi Kupu-Kupu





Kingdom:Animalia
Phyllum:Arthropoda
Kelas:Insecta
Ordo:Lepidoptera
Famili / Suku:Nymphalidae




Habitat Kupu-Kupu





Hewan bagus ini, dapat ditemukan ditempat yang banyak bunganya, menyerupai perkebunan hutan bahkan taman bunga ditengah kota.





Kupu-kupu tidak lagi memakan daun menyerupai dikala menjadi ulat. Namun, masakan pokok dari kupu-kupu ialah sari bunga saja.





Tak hanya itu, bagi spesies lain, masakan pokoknya tidak hanya mengisap sari bunga melainkan berupa sari buah.





Baca Juga : Daur Hidup Ikan





Peranan Kupu-Kupu Bagi Habitat Lain





Keuntungan :





  1. Bisa membantu penyerbukan pada flora yang dihinggapinya.
  2. Dalam fase ulat, terutama bagi spesies ulat sutera. Karena menghasilkan benang sutera yang diprediksi mempunyai daya jual tinggi.




Kerugian :





Bagi sebagian petani, fase ulat ialah hal yang paling merugikan. Dimana kita ketahui, bahwa ulat akan banyak memakan dedaunan yang menjadi habitatnya. Tentunya hal ini, menjadi hama bagi para petani.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com