Sebenarnya ini bukan ihwal kematianmu, bukan itu.
Karena, saya tahu bahwa semua yang ada niscaya menjadi tiada pada akhirnya,
dan janjkematian yaitu sesuatu yang pasti,
dan kali ini yaitu giliranmu untuk pergi, saya sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa janjkematian benar-benar sanggup memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, kemudian rasanya bisa membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku menyerupai tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya menyerupai angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, saya selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kamu ukir, pada kenangan pahit elok selama kamu ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kamu disini.
Mereka menerka saya lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang mengakibatkan saya kekasih yang baik.
mana mungkin saya setia padahal memang kecenderunganku yaitu mendua,
tapi kamu ajarkan saya kesetiaan, sehingga saya setia,
kau ajarkan saya arti cinta, sehingga saya bisa mencintaimu menyerupai ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan kini kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
http://chapuccino.wordpress.com
Sumber http://kickfahmi.blogspot.com