Sunday, September 9, 2018

√ Abdullah Bin Abbas

Lisannya bertanya, Qalbunya mencerna

Di antara sahabat-sahabat RasuluLlah SAW, terdapat beberapa
sahabat kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia
sangat muda, atau ketika mereka dilahirkan, ayah bunda mereka
telah muslim. Perhatian RasuluLlah SAW kepada para teman cilik
ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan
beliau sangat memperhatikan mereka dan meluangkan waktu untuk
bermain, bicara dan menasehati mereka.

AbduLlah bin Abbas (Ibnu Abbas) yaitu salah satu kelompok
sahabat anabawang ini. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah.
Semenjak kecilnya, dia sudah memperlihatkan kecerdasan dan ke
sungguhannya terhadap suatu masalah. RasuluLlah mengetahui poten
si besar yang ada pada anak muda ini, ibarat halnya beliau
melihat potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin
Haritsah dan sahabat-sahabat cilik lainnya.

RasuluLlah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil AbduL
lah bin Abbas. Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak
Ibnu Abbas RA berjalan-jalan seraya memberikan tarbiyahnya
kepada cowok cilik ini:

"Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat
yang sangat berguna?

Jagalah ALlah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan menda
patkanNya selalu menjagamu. Jagalah ALlah SWT (larangan-laran
ganNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu erat di hadapan
mu. Kenalilah ALlah dalam sukamu, maka ALlah akan mengenalimu
dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada ALlah. Jika
engkau memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada ALlah. Semua
hal (yang terjadi denganmu) telah final ditulis. Ketahuilah,
seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan
apa yang tidak ditaqdirkan ALlah untukmu, mereka tidak akan
mampu membantumu. Atau bila mereka berkonspirasi untuk mengha
langi engkau mendapat apa yang ditaqdirkan untukmu, mereka
juga tidak akan sanggup melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakan
lah dengan keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bahwa bersabar
dalam peristiwa alam itu akan menawarkan hasil positif; dan bahwa
kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan bahwa kesuksesan
itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa fasilitas itu
tiba sehabis kesulitan.
[Hadist Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi]

Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan 'amal yang
manakah hasil tarbiyah RasuluLlah itu? AbduLlah bin Abbas tumbuh
menjadi seorang muslim yang penuh inisiatif, haus ilmu, dekat
dengan ALlah dan Rasul-Nya.

Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung
bagaimana cara RasuluLlah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap
di rumah bibinya: ummahatul mu'minin, Maimunah bint al-Harist.
Ketika itu ia melihat RasuluLlah berdiri tengah malam dan pergi
berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu,
dengan demikian ia sanggup melihat sendiri bagaimana RasuluLlah
berwudhu. RasuluLlah - sang murobbi agung itu - tidak menyepele
kan hal ini, dia mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas,
seraya mendo'akan: "Ya ALlah, faqih-kanlah ia dalam perkara
agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir Kitab-Mu."

Kemudian RasuluLlah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi
oleh isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia
segera berdiri di belakang RasuluLlah SAW; tetapi RasuluLlah
kemudian menariknya semoga ia berdiri sedikit berjajar dengannya.
Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan RasuluLlah, tetapi kemudian ia
mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, RasuluLlah memper
tanyakan perilaku Ibnu Abbas ini, dan dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa
rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang Utusan
ALlah SWT. RasuluLlah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau
mengulangi do'anya ketika berwudhu tadi.

Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, RasuluLlah wafat. Beliau
sangat merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya berse
dih atau lemah. Dengan segera ia mengajak teman sebayanya untuk
bertanya dan berguru pada sahabat-sahabat senior mengenai apa
saja yang berkenaan dengan RasuluLlah dan fatwa al-Islam. Logika
Ibnu Abbas, ketika itu menyampaikan bahwa para teman masih berada
di Madinah, inilah kesempatan terbaik untuk menimba ilmu dan
informasi dari mereka, sebelum mereka berpencaran ke kota-kota
lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, seruan ini tidak
ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, alasannya mereka rata-rata
beranggapan bahwa para teman senior tidak akan memperhatikan
pertanyaan bawah umur kecil macam mereka.

Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para
sahabat yang diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia
tanyakan. Dengan sabar, dia menunggu para teman pulang dari
kerja keseharian atau da'wahnya. Bahkan jikalau teman tadi kebet
ulan sedang berisitirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di
depan pintu rumahnya, sampai tertidur, tergolek beralaskan pakai
annya. Tentu saja para teman terkejut menemui Ibnu Abbas terti
dur di muka rumahnya, "Oh keponakan RasuluLlah, ada apa gerangan?
Kenapa tidak kami saja yang tiba menemuimu, bila engkau ada
keperluan?" "Tidak,"kata Ibnu Abbas, "sayalah yang harus datang
menemui anda."

Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa
dewasanya?

beliau katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang
lisannya selalu bertanya dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin
Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam majelis syuro'nya
dengan beberapa teman senior, dan dia selalu berkata kepada
Ibnu Abbas semoga ia tidak perlu sungkan memberikan pendapat.
Inilah bentuk tarbiyah lain yang diperoleh oleh Ibnu Abbas,
dengan selalu berada dalam kalangan teman senior.

Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, dia berga
bung dengan pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara,
di bawah pimpinan AbduLlah bin Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam
pertempuran dan juga dalam da'wah di sana. Di masa pemerintahan
Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk
menemui dan berda'wah kepada kaum Khawarij. Melalui obrolan dan
diskusinya yang intens, sekitar 12.000 dari 16.000 khawarij
bertaubat dan kembali kepada fatwa Islam yang benar.

AbduLlah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71
tahun pada tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata "Hari ini
telah wafat Ulama Ummat. Semoga ALlah SWT berkenan memberikan
pengganti AbduLlah bin Abbas."
Sumber http://frequencia89.blogspot.com