Showing posts with label Aktivis. Show all posts
Showing posts with label Aktivis. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

√ Kata-Kata Bijak Dan Inspiratif Soe Hok Gie Keabadian

kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian-Soe Hok Gie merupakan ide anak muda Indonesia yang akan selalu dikenang kisahnya hingga ditulis ulang menjadi buku maupun film. Soe Hok Gie, ia ialah satu diantara mahasiswa yang merintis berdirinya Pencinta Alam di Indonesia dan dialah orang yang pertama kali memakai istilah " Pencinta Alam".

Soe Hok Gie ialah seorang pencetus Indonesia Tionghoa yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Ia ialah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969. Baca Juga: Kata Kata Bijak Motivasi Raden Adjeng Kartini

Setelah menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di Sekolah Menengan Atas Kolese Kanisius, Soe kuliah di Universitas Indonesia (UI) dari tahun 1962 hingga 1969; sesudah menuntaskan studi di universitas, ia menjadi dosen di almamaternya hingga kematiannya. Ia selama kurun waktu sebagai mahasiswa menjadi badung aktif, memprotes Presiden Sukarno dan PKI. Baca Juga: Kata Kata Bijak Atau Kutipan Inspiratif dari Tan Malaka

Soe ialah seorang penulis yang produktif, dengan aneka macam artikel yang dipublikasikan di koran-koran ibarat Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Setelah Riri Riza merilis film berjudul Gie pada tahun 2005, artikel-artikelnya disusun oleh Stanley dan Aris Santoso yang diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan oleh penerbit GagasMedia. More wikipedia
kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian √ kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian
  • "Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, sanggup iba hati, sanggup merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak labih dari benda. Berbahagialah orang yang masih memiliki rasa cinta, yang belum hingga kehilangan benda paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah kita". 
  • "Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita sanggup mengerti kehidupan dan menyatu dengannya"
  • "Kami Jelaskan apa bergotong-royong tujuan kami. Kami katakan bahwa kami ialah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme mustahil tumbuh dari hiporkrisi dan slogan-slogan.Seseorang hanya sanggup mencitai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mengasihi tanah air Indonesia sanggup ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari cowok harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat.Karena itulah kami naik gunung".
  • "Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin". 
  • "Tapi kini saya berpikir, hingga di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapat apa-apa. Seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat ridak apa-apa?". 
  • "Bagi saya KBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik dari pada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa aib dengan kekurangan-kekurangan kita".
  • "Makhluk kecil kembalilah. Dari tiada ke tiada. Berhagialah dalam ketiadaanmu".
  • "Bidang seorang sarjana ialah berfikir dan mencipta yang baru, mereka harus sanggup bebas dari segala arus masyrakat yang kacau. Tapi mereka tidak sanggup terlepas dari fungsi sosialnya. Yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang harus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan".
  • "Bagiku sendiri politik ialah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu ketika di mana kita tidak sanggup menghindari diri lagi, maka terjunlah".
  • "Saya kira saya tak sanggup lagi menangis alasannya ialah sedih. Hanya kemarahan yang menciptakan saya keluar air mata".
  • "Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu".
  • "Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan tuhan dan selalu benar, dan murid bukan kerbau".
  • "Hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tapi, saya menentukan untuk menjadi insan merdeka".
  • "Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adah; Who am i? Saya telah menjawab bahwa saya ialah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, alasannya ialah ada suatu yang lebih besar, kebenaran".
  • "Mimpi saya yang terbesar yang ingin saya laksanakan ialah supaya mahasiswa Indonesia menjelma 'manusia-manusia yang biasa'. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkahlaku sebagai seorang insan yang normal, sebagai insan yang tidak mengikngkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang cowok dan sebagai seorang manusia".
  • "Nasib terbaik ialah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial ialah berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu, berbahagialah mereka yang mati muda".
  • "Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, bila sekiranya ia mengambil keputusan yang memiliki arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan akan prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun".
  • "Sejarah dunia ialah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada" Apakah tanpa kesedihan, tanpa penghianatan sejarah tidak akan lahir?".
  •  "Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, sobat seideologi dan lain-lain. Setiap tahun tiba adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban gres untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi".
  • "Manuisa dibuat oleh ambisi mengenai masa depan, dibuat oleh kenyataan-kenyataan kini, dan pengalaman-pengalaman masa lampau. Seorang pun tak sanggup membebaskan dirinya dari masa lampau. Pengalaman-pengalaman eksklusif memberi warna pada pandangan dan perilaku hidup seorang untuk seterusnya".
  •  "Kita seakan-akan merayakan demokrasi, tetapi memotong pengecap orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah".
  • "Kemerdekaan merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi juga merupakan sebuah gedung kosong. Menjadi kiprah pendukung-pendukungnya untuk mengisi kemerdekaan".
  •  "Saya putuskan bahwa saya akan demontrasi. Karena mendiamkan kesalahan ialah kejahatan".
  •  "Saya tetapkan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada mengalah terhadap kemunafikan".
  •  "Makin redup idealisme mahasiswa dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi".
  •  "Dan seorang pahlawan ialah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan ibarat kita melupakan yang mati untuk revolusi".
  • "Barang siapa mengibarkan bendera 'Revolusioner', akan memperoleh pasaran dikalangan kaum radikal, kaum yang menunggu dengan tidak sabar perubahan-perubahan yang mereka harapkan. Kaum 'Radikal" ini berasal dari segala golongan".
  • "Dunia itu ialah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin alasannya ialah itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan".
  •  "Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup. Dia ialah kerikil tapal daripada usaha mahasiswa Indonesia, kerikil tapal dalam revolusi Indonesia dan kerikil tapal dalam sejarah Indonesia. Karena yang dibelanya ialah keadilan dan kejujuran".
  •  Ketika Hitler mulai membuas maka kelompok Inge School berkata tidak. Mereka (pemuda-pemuda Jerman ini) punya keberanian untuk berkata 'tidak'. Mereka, walaupun masih muda, telah berani menentang pemimpin-pemimpin gang-gang bajingan, rezim Nazi yang semua identik. Bahwa mereka mati, bagiku bukan soal. Mereka telah memenudi panggilan seorang pemikir. Tidak ada indahnya (dalam arti romantik) penghukuman mereka, tetapi apa yang lebih puitis selain berbicara wacana kebenaran".
  • "Atau....dia kompromi dengan situasi yang baru. Lupakan idealisme dan ikut arus. Bergabunglah dengan grup yang besar lengan berkuasa (partai, ormas, ABRI, dan lain-lainya) dan belajarlah teknik memfitnah dan menjilat. Karir hidup akan cepat menanjak. Atau kalau mau lebih kondusif kerjalah disebuah perusahaan yang sanggup menunjukkan sebuah rumah kecil, sebuah kendaraan beroda empat atau jaminan-jaminan lain dan belajarlah patuh dengan atasan. Kemudian carilah istri yang manis. Kehidupan selesai".
  • "Baru-baru ini seorang OKD (Organisasi Keamanan Desa) memukul tukang becak. Kita kasihan pada OKD yang penakut itu. Mereka, menutupi kekecilannya (cuma OKD) berlagak ibarat jendral. Sebenarnya mereka ialah seorang yang penakut. Orang yang berani alasannya ialah bersenjata ialah pengecut".
  • "Saya tak tahu mengapa, saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus kemudian lintas Jakarta denga warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosng. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat besar lengan berkuasa menguasai saya. Saya ingin menunjukkan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anking-anjing di jalanan, pasa semua-muanya".
  • "Realitas-realitas gres inilah yang menghadapi pemuda-pemuda Indonesia yang penuh dengan idealisme. Dia hanya ada dua pilihan. Yang pertama, tetap bertahan dengan cita0cita idealisme. Menjadi insan yang non-kompromistis. Orang-orang dengan asing dan kasihan akan melihat mereka sambil geleng-geleng kepala. 'Dia cerdik dan jujur, tetapi sayangnya kakinya tidak menginjak tanah' ".
  •  "Disana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau denga isteri-isterinya. Dua ratus meter sari Istana, saya bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga. Aku besertamu orang-orang malang".
  •  "Akupun tak yakin (pasti malah) wacana ke-tak-ada-annya nasib, Aku beropini bahwa kita ialah pion dari diri kita sendiri sebagai keseluruhan. Kita ialah arsitek nasib kita, tapi tak pernah sanggup menolaknya. Kita asing, ya kita asing dari ciptaan kita sendiri".
  •  "Jepang ialah tanah dan Barat ialah benih. Benih itu ditanam dan walupun yang tumbuh pohon barat, tapi pohon tadi telah memiliki sifat-sifat yang khas Jepang. Apakah Indonesia sekuat Jepang? Setanpun tak tahu".
  •  "Potonglah kaki tangan seseorang, kemudian masukkan di daerah 2x3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia".
Nah itu beliau kumpulan kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian, demikian untuk artikel kali ini, semoga artikel yang saya bagikan kali ini sanggup bermanfaat. Baca Juga: Quote-Kata Kata Bijak Mahatma Gandhi Tentang Kehidupan
Sumber http://www.giribig.com/

Thursday, January 11, 2018

√ Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul

Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul-Hello kali ini saya mau menyebarkan artikel perihal seorang pencetus yang berjulukan Widji Thukul, pada artikel sebelumnya saya juga pernah menyebarkan artikel yang tidak kalah bangusnya dan sama seorang pencetus juga, silahkan lihat pada artikel Kata Kata Bijak Atau Kutipan Inspiratif dari Tan Malaka

Widji Thukul, yang berjulukan orisinil Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963 – meninggal di daerah dan waktu yang tidak diketahui, hilang semenjak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun) yaitu sastrawan dan pencetus hak asasi insan berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998 hingga kini beliau tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer. more
Hello kali ini saya mau menyebarkan artikel perihal seorang pencetus yang berjulukan Widji Thukul √ Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul
  • Secara tak pribadi puisi ini menyerupai merujuk pada kondisi rumah-rumah masyarakat di masa itu, begitu sempit dan kumuh
  • Telihat pula bagaimana cara Wiji Thukul berusaha mengajak muda-mudi di masa itu untuk tak hanya membisu dan berusaha biar melaksanakan perlawanan
  • Apapun yang terjadi ketika itu, Wiji Thukul tak pernah berharap kalau kebenaran dibiarkan terbungkam
  • “Apa yang berharga dari puisiku…”
  • Kutipan puisi ini mengatakan kalau pribadi Wiji Thukul yaitu sosok yang tak pernah gentar
  • Seperti dapat dipahami kalau Wiji Thukul berterima kasih pada kondisi di mana banyak pelajaran dapat diambilnya, juga untuk anak dan istrinya
  • “Tidurlah, kata-kata, kita bangun nanti…”
  • Dalam kondisi apapun, penyair satu ini memang menyerupai tak lelah dan terus berusaha menulis untuk mengabadikan bermacam-macam perjalanannya
  • Bantal tas dan punggung tangannya pun menyerupai menjadi saksi perjalanan melarikan diri ketika Thukul tengah buron
  • Ia pun menyerupai tak habis-habisnya menceritakan penindasan bagi banyak masyarakat di waktu lalu
  • Seperti tak ada kepastian kapan ia pulang, nyatanya…. Ia memang tak lagi pernah pulang
  • “Seperti tikus selokan…”
  • Bagi Thukul pergerakan tersebut memang menciptakan segala kebenaran tak lagi nampak faktual dan lurus sewajarnya 🙁
  • Seperti ingin menjelaskan kalau kepergiannya yaitu untuk merampas kembali haknya yang telah dirampas dan dicuri oleh pemerintah
  • Apa pun dan bagaimana pun kondisinya, penulis tetaplah harus menulis. Itulah yang dilakukan Wiji Thukul
Nah itu dia Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul, jangan lupa share dan follow social media kami untuk mendapat lebih banyak informasi menarik lainnya secara rutin. Baca Juga: kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian

Sumber http://www.giribig.com/

Friday, January 5, 2018

√ Kumpulan Kata Bijak Dan Do'a: Kata Kata Bijak Pelopor Munir Said Thalib

Kumpulan Kata Bijak dan Do'a: Kata Kata Bijak Aktivis Munir Said Thalib-Hello kembali lagi dengan saya Didit Riadi admin giribig.com, sebelumnya saya pernah sharing artikel kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian, kali ini saya juga mau share artikel kata bijak dari seorang penggagas berjulukan Munir Said Thalib.

Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun) ialah seorang penggagas HAM Indonesia keturunan Arab-Indonesia. Jabatan terakhirnya ialah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Dewan Kontras namanya melambung sebagai seorang p0juang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu beliau membela para penggagas yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.

Munir begitulah ia sering disapa, Seorang laki-laki sederhana yang bersahaja. Ia ialah seorang tokoh, seorang p0juang sejati, seorang pembela HAM di indonesia. Pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini ialah seorang penggagas muslim ekstrem yang kemudian beralih menjadi seorang Munir yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktik-praktik otoritarian serta militeristik.

Ia ialah seorang penggagas yang sangat aktif memperjuangkan hak-hak orang tertindas. Selama hidupnya ia selalu berkomitmen untuk selalu membela siapa saja yang haknya terdzalimi. Tidak asing harta, pangkat, jabatan, dan juga fasilitas.

Ia membuktikannya dengan perbuatan. Ketika ia mendapat hadiah ratusan juta rupiah sebagai peserta "The Right Livelihood Award" ia tidak menikmatinya sendiri, melainkan membagi dua dengan Kontras, dan sebagian lagi diserahkan kepada ibunda tercintanya. Di tengah maraknya pejabat berebut fasilitas, Munir malah tidak tergoda. Ia tetap memakai sepeda motor sebagai teman kerjanya. Seorang tokoh kelas dunia yang sangat bersahaja. More: Wikipedia
Hello kembali lagi dengan saya Didit Riadi admin giribig √ Kumpulan Kata Bijak dan Do'a: Kata Kata Bijak Aktivis Munir Said Thalib
  1. Menolak Lupa
  2. Kapolri Lebih Baik Relokasi Pelaku Kekerasan
  3. Tidak seharusnya terdapat klaim yg sanggup diterima saat mempertahankan integrasi negara dgn cara mengingkari penghormatan HAM
  4. Kekerasan Negara: Pemicu Disintegrasi Bangsa
  5. Aparat keamanan harus btindak efektif, proporsional & profesional bukan tdk btindak dgn alasan takut dituduh melanggar HAM
  6. Membangun sebuah bangsa ialah membangun sebuah peradaban
  7. Pendidikan politik rakyat hanya akan berhasil dlm sistem yg demokratis & adanya jaminan atas HAM
  8. Biarkanlah rakyat yg memilih arah bangsa ini akan dibangun, & bagaimana rakyat akan menjaga masa depannya, sbb rakyat pemilik sah konstitusi
  9. SIstem Kamnas ialah sebuah sistem melingkupi kebijakan & hukum ttg bagaimana negara membngun kerangka melindungi kepentingan nasiona
  10. Secara umum gerakan buruh terbagi menjadi dua: a. gerakan buruh mudah dan b gerakan buruh politis
  11. Marsinah ialah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh
Nah itu dia Kumpulan Kata Bijak dan Do'a: Kata Kata Bijak Aktivis Munir Said Thalib, biar artikel yang saya bagikan kali ini sanggup bermanfaat. Jangan lupa share dan follow juga social media kami untuk mendapat lebih banyak informasi menarik lainnya secara rutin. Baca Juga: Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul
Sumber http://www.giribig.com/