Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Thursday, January 18, 2018

√ Tomatina Benci Hujan



Di dalam hutan, hiduplah sekelompok peri buah yang berjulukan Tomatina, Apelina, dan Melonia. Mereka bertiga sudah akrab semenjak kecil. Tugas peri buah adalah menciptakan buah menjadi matang.
Dalam menjalankan tugas, mereka selalu mengerjakannya bersama-sama, itulah sebabnya mereka sering dijuluki “tiga perbu” yang artinya tiga peri buah yang selalu bersama dimanapun dan kapanpun.
Ketika mereka bertiga sedang menjalankan tugas, Tomatina gelisah lantaran tugasnya belum final sedangkan langit semakin mendung, ini tanda hujan akan turun. Sejak kecil Tomatina benci pada hujan, itulah sebabnya mengapa Tomatina selalu menghilang ketika muncul awan hitam dilangit.
“Dheeerrr!” terdengar bunyi petir dari langit dan pada ketika itu juga awan hitam datang. Tomatina gelisah, kedua sahabatnya menanyakan apa yang menciptakan ia gelisah menyerupai itu. Tetapi Tomatina tidak menjawab pertanyaan mereka, dalam hatinya ia benci pada hujan. Menurut ia hujan itu jahat, lantaran hujan yang menciptakan sayapnya berair dan sulit digerakkan sehingga sangat sulit untuk terbang.
Tidak disangka hujan eksklusif mengguyur mereka saat itu juga. “aku pulang ya” kata Tomatina yang eksklusif terbang secepat mungkin agar tidak basah. Apelina dan Melonia masih melakukan kiprah mereka ketika Tomatina terbang meninggalkan mereka.
Keesokan harinya ketika mereka bertiga sedang berada diladang anggur, matahari bersinar terang, hal inilah yang menciptakan Tomatina bersemangat mematangkan buah anggur disekelilingnya.
Tiba-tiba hujan turun, sayap dan badan mereka bertiga berair kuyup. “Aku benci hujan, hujan menciptakan kita tidak dapat terbang” kata Tomatina menyalahkan keadaan.
Kedua sahabatnya berusaha menasihati Tomatina bahwa hujan itu hadiah dari Tuhan, hujan menciptakan buah cepat matang. Hujan sangat membantu kiprah mereka sebagai peri buah. Haruslah mereka bersyukur kepada Tuhan lantaran diturunkan-Nya hujan ditempat mereka berada.
“Baiklah, mulai kini saya tidak akan membenci hujan lagi dan saya akan selalu bersyukur kepada Tuhan dikarenakan telah menciptakan hujan turun” kata Tomatina dengan mantap. Mulai ketika itu Tomatina tidak takut, benci, dan gelisah lagi ketika hujan turun.


Sumber http://moonlightrocks.blogspot.com

√ Ayam Hebat Paman Darto



“Kukuruuyuuuuuk....” bunyi ayam hebat Paman Darto kembali terdengar, dan lagi-lagi bunyi itu memaksa saya untuk bangkit tidur, tapi saya tetap saja malas pergi dari daerah tidur. “Sebal!, gres lezat tidur, ayamnya ganggu banget!” teriakku dalam hati, sebetulnya paman Darto punya beberapa hewan peliharaan, tapi entah kenapa ayam hebat nya yang paling menyebalkan. “Sa, bangun.. sudah pagi..” teriakan ibu berhasil membangunkanku pada waktu itu.
“Ma, ayam hebat nya paman Darto kenapa cerewet sekali?” tanyaku pada mama dikala sarapan, mama tertawa begitu saja mendengar pertanyaanku, “Kok malah ketawa, ma? Aku serius..” kataku sambil terus melahap sarapan. Lalu mama menjawab “Setiap ayam hebat sudah niscaya menyerupai itu Sasa, memangnya kenapa? Kok kelihatannya kau sebal sekali hari ini?”. “Tidak usah ditanya lagi ma..” jawabku singkat, dan pribadi menuju garasi untuk mengeluarkan sepeda alasannya ialah hari ini saya sekolah, pada waktu itu jam menunjuk pukul 06.45.
“Kukuruyuuuuk... Kukuruyuuuk...” bunyi itu terdengar lagi dikala dalam perjalanan menuju sekolah. Karena bunyi itu terdengar secara tiba-tiba, saya kaget dan pribadi jatuh di selokan, selokannya kotor dan bau sekali. Sebenarnya saya ingin pulang saja alasannya ialah seragamku kotor, tapi alasannya ialah ada ulangan Matematika di jam pertama, terpaksa saya harus tetap masuk sekolah meskipun seragamku kotor.
Setelah hingga dipintu gerbang saya berhenti dan melihat sekitar, “kok sepi? Ini temam-teman kemana ya?” batinku. Lalu saya melirik jam ditanganku dan ternyata sudah jam 07.10, saya segera berlari menuntun sepedaku ke daerah parkir dan segera berlari sekuat tenagaku supaya cepat hingga di kelas.
“Tok tok tok....” saya mengetuk pintu perlahan. “Masuk!...” kata seseorang yang berada didalam kelas, orang itu ternyata Bu Gina, ia guru matematika yang populer bernafsu di sekolahku.
“Maaf bu, saya terlambat..” kataku pada Bu Gina. “Kenapa kau terlambat? Kamu lupa jikalau hari ini ada ulangan?” tanya Bu Gina dengan nada tinggi, mungkin Bu Gina kesal alasannya ialah saya tiba terlambat, Bu Gina memang orangnya disiplin.
“Saya tidak lupa bu, jikalau hari ini ada ulangan Matematika, sebetulnya tadi jatuh dari sepeda, makanya seragam saya kotor bu” jawabku. “Oke, berhubung kau terlambat masuk, kau dilarang ikut ulangan Matematika hari ini, sehabis istirahat kau kemeja saya untuk ulangan.” kata ia padaku. “iya bu..” jawabku, sebetulnya saya kecewa dengan diriku sendiri kenapa saya tadi tidak berangkat lebih pagi, kejadiannya niscaya tidak menyerupai ini, tidak bertemu ayam Jagonya Paman Darto dan tentunya tidak sial menyerupai hari ini.
“Mamaaaa!!” teriaku sambil menjatuhkan badan ke daerah tidur, hari ini ialah hari paling menyebalkan, dari bangkit tidur hingga disekolah terus saja sial.
Mendengar teriakanku mama pribadi kekamarku sambil bertanya padaku apa yang telah terjadi dan saya menjelaskan pada mama jikalau tadi pagi waktu saya berangkat saya jatuh dari sepeda dan jatuh ke selokan, disekolah saya dieksekusi dilarang ikut ulangan matematika, dan kalaupun saya mau ulangan saya harus mengerjakan ulangan di mejanya Bu Gina dan diawasi sendiri sama Bu Gina.
“Sa, mungkin kau yang kurang sabar  menghadapi suatu kondisi, kau harus berguru dari pengalaman sa.. Jangan suka kesal, tahan emosi kamu” nasehat mama, saya akui memang saya pemarah, praktis patah semangat. “Tapi susah ma,.. semua itu tidak akan terjadi jikalau tidak ada ayam hebat nya Paman Dartoo ma..” kataku.
Mama selalu berkata jikalau ayam hebat nya paman Darto itu tidak salah, mungkin saya saja yang terlalu berlebihan menghadapi suatu masalah.
“Sa, jikalau kau terus berfikir positif, semuanya akan baik-baik saja nak.. Jangan aib mengakui kesalahan yang kau lakukan” kata mama kepadaku. Mungkin selama ini saya terus-menerus menyalahkan ayam hebat Paman Darto, tapi sebetulnya ayam hebat Paman Darto tidak salah apa-apa.
“Sasa... Coba kau berfikir ke arah yang positif, bayangkan.. Ayam hebat Paman Darto dapat menciptakan kau bangkit lebih pagi, jadi kau tidak akan terlambat masuk sekolah, selain itu kau juga punya hiburan dengan mendengarkan bunyi ayam hebat Paman Darto yang merdu itu kan?” kata mama. Setelah kupikirkan berulang kali, memang benar apa kata mama, bunyi ayam hebat Paman Darto dapat menciptakan saya bangkit lebih pagi. Mulai dikala ini saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa lagi.


Sumber http://moonlightrocks.blogspot.com

Wednesday, January 17, 2018

√ Rumah Kakek Berhantu



“Sreeng.. Sreng..” Suara dari dapur membuatku berdiri dari tidur siang, tidak sadar saya eksklusif berjalan ke dapur dan ternyata ibu sedang menumis kangkung.
“Ita, jikalau makanannya sudah matang tolong kau antar ke rumah kakek” kata ibu sambil terus menumis kangkung, saya mengangguk sambil berkata “iya bu”. Sebenarnya di dalam hati saya takut ke rumah kakek, sebab rumahnya populer berhantu, tidak terawat, kusam, kotor, serta berantakan.
“Ita, makanannya sudah jadi, cepat kemari dan antarkan ke rumah kakek” kata ibu dari dapur. Aku segera menuju dapur untuk mengambil rantang berisi masakan untuk berbuka puasa kakek, kemudian saya eksklusif mengeluarkan sepedaku dan menaruh rantang di keranjang.
Setelah hingga di halaman rumah kakek, perasaan takut itu muncul. Rumah kakek terlihat tidak terawat serta sangat awut-awutan menyerupai tidak ditempati orang.
“Meong.. Meong..” Muncul sebuah bunyi yang mengagetkan aku, perasaan takutku semakin menjadi-jadi dan sehabis beberapa dikala muncul seekor kucing dari bawah kursi, ternyata kucing itu yakni si Pussy kucing tetangga kakekku.
“Tok Tok Tok… Kakek” Kataku sambil mengetuk pintu rumah kakek. Tidak ada tanggapan dari dalam, hanya ada bunyi Pussy yang terus mengeong di dekatku.
“Tok Tok Tok… Kakek” kataku sekali lagi sambil mengetuk pintu. Dan masih tidak ada jawaban, sama menyerupai tadi tetapi kali ini terdengar bunyi orang sedang menyapu dari dalam rumah.
“Kakek… Kakek..” kataku untuk ketiga kalinya, dan lagi lagi tidak ada jawaban, tetapi bunyi orang yang sedang menyapu it uterus menerus terdengar olehku.
“kukuruukuuuk… kukuuruuukuuk…” muncul bunyi burung yang semakin menciptakan saya merinding. Setelah kulihat, banyak burung-burung yang hinggap diatas rumah kakek, hal ini semakin membuatku takut sekali.
Beberapa dikala kemudian, muncul bunyi orang menangis dari dalam rumah. Aku eksklusif berlari menghampiri sepedaku dan mengayuhnya dengan sekuat tenaga supaya saya dapat cepat hingga rumah sebab saya sudah tidak berpengaruh menahan takut dikala di rumah kakek.
“Loh, kau belum mengantar makanannya ke rumah kakek?” tanya ibu padaku. Aku masih takut, dan tanpa sadar saya eksklusif berlari menuju kamarku dan meninggalkan rantang di keranjang sepedaku.
“Ita, kau kenapa? Apa yang terjadi? Ceritakan pada ibu” kata ibu sambil terus mengetuk pintu kamarku. Aku keluar dan menceritakan kejadian di rumah kakek tadi sore. Ibu tidak percaya serta yakin jikalau rumah kakek itu terawat dan tidak berhantu menyerupai yang saya ceritakan.
Keesokan harinya, ibu pergi ke rumah kakek untuk memastikan semua ceritaku kemarin sore itu benar atau tidak. Setelah ibu pulang dari rumah kakek, ibu tidak menemukan hal-hal yang kualami kemarin. “Mungkin kau salah rumah ita, rumah kakek tidak berhantu ataupun tidak terawat” kata ibu padaku.
Aku masih tidak yakin jikalau saya salah rumah, waktu kecil saya sudah beberapa kali pergi ke rumah kakek dan rumah kakek yakni rumah yang kemarin saya datangi itu.
Saat sore, ibu kembali menciptakan masakan untuk kakek buka puasa. Dan lagi-lagi, saya disuruh ibu untuk mengantarkannya ke rumah kakek. Kali ini saya memberanikan diri untuk mengantarkan masakan ke rumah kakek lagi, selalu kuingat perkataan ibu tadi pagi yang menyatakan jikalau rumah kakek itu tidak berhantu. “Tok Tok Tok... Kakek..” kataku sambil mengetuk pintu rumah kakek, dikala itu belum ada jawaban. Aku mengamati rumah kakek, bersama-sama rumah kakek tidak menyeramkan.
“Kakek.. Kakek...” kataku sekali lagi sambil mendorong pintu rumah kakek, pintunya tidak terkunci dan saya eksklusif masuk ke dalam rumah. Aku berkeliling rumah untuk mencari kakek, dan ternyata kakek berada di dapur sedang berusaha menyalakan api pada kompor minyaknya.
“Kakek….” Ucapku sambil memeluk kakek, kakek kaget dikala tiba-tiba ada yang memeluknya. “Ita, ini kamu?” tanya kakek padaku, “iya kakek, ini Ita” jawabku pada kakek sambil memperlihatkan rantang berisi masakan titipan ibu.
“Kenapa tadi pagi tidak kesini bersama ibumu?” tanya kakek kepadaku, “Tidak kek, Ita takut ke rumah kakek” jawabku, kemudian semua kejadian kemarin sore yang kualami kuceritakan kepada kakek sampai-sampai kakek tertawa.
“Si Pussy kucing tetangga itu memang sering main ke rumah kakek, kemarin sore itu kakek memang sedang menyapu lantai sebab lantainya kotor sekali, terus burung-burung memang sering bertengger diatas rumah kakek, itu hal yang biasa” Penjelasan kakek kepadaku mengenai kejadian kemarin.
“oh, jadi memang benar jikalau rumah kakek tidak berhantu” ujarku sambil tertawa, kakek ikut tertawa dikala melihatku tertawa. Mulai dikala itu, saya lebih sering pergi ke rumah kakek untuk bermain ataupun untuk menemaninya.


Sumber http://moonlightrocks.blogspot.com

Monday, April 17, 2017

√ Kerajaan Majapahit


Kerajaan Majapahit – Patih Gajah Mada?? Pernah mendengarnya?? Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita perihal kisah kolosal kerajaan dahulu kala, yang berlatang belakang perihal di cuilan Pulau Jawa, tepatnya Jawa Timur?? Yuupp, Kerajaan Majapahit.





Saat ini, santinorice.com akan menguraikan perihal Kerajaan Majapahit, Sejarah Kerajaan, Letak Kerajaan, Peninggalan Kerajaan, Raja – Raja, bahkan kehidupan politik, sosial, budaya serta agama yang dianut oleh masyarakat Majapahit tempo itu.





Yuukk, eksklusif disimak saja gaes..






Sejarah Kerajaan Majapahit





 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Ilustrasi Sejarah Kerajaan Majapahit




Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan yang tersohor serta terbesar yang ada di Bumi Pertiwi Nusantara. Raden Wijaya yang telah mendirikan kerajaan ini, sekitar tahun 1293M.





Raden Wijaya pun bertindak sebagai Raja Majapahit yang pertama pada tahun 1293M hingga 1309M.





Kerajaan ini, berdiri disebabkan lantaran adanya penyerangan oleh Adipati Kediri atau yang dikenal dengan Jayaketwang.





Adipati Kediri sebelum menyerang Majapahit, Ia terlebih dahulu membunuh raja terakhir dari Kerajaan Singasari, yaitu Raja Kertanegara, lantaran Kertanegara menolak untuk membayar upeti kepada Jayaketwang.





Lalu, Raden Wijaya yang tidak lain yaitu menantu dari Kertanegara, melarikan diri ke tempat Madura, untuk mencari santunan dari Aryawiraraja.





Aryawiraraja pun menghadiahkan wilayah berupa hutan tarik kepada Raden Wijaya, biar dipakai untuk membangun wilayah kekuasaan sendiri. Singkat cerita, hutan tarik tersebut dijadikan desa gres yang diberi nama “Majapahit”.





Mengapa diberi nama “Majapahit”?? Maja sendiri berarti buah maja dan pahit bermakna rasa pahit. Yang jikalau digabungkan, berarti Maja yang Pahit





Selanjutnya, Pasukan Mongolia mengirimkan 3 utusannya ke tanah Jawa, yakni Ike-Mise, Shis-Pi serta Kau-Hsing, diperintahkan untuk memberi eksekusi kepada Kertanegara lantaran tidak membayar pajak upeti.





Pada situasi diatas, Pasukan Mongolia datang, dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk bekerja sama mengalahkan pasukan dari Jayaketwang. Setelah, Jayaketwang terbunuh, Raden Wijaya pun mengusir para pasukan Mongolia dari wilayah mereka.





Pengusiran itu terjadi, dikarenakan pasukan Mongolia berpesta merayakan kemenangannya atas Jayaketwang. Ketika semua pasukan Mongolia lengah lantaran pesta itu, Raden Wijaya kemudian memanfaatkannya untuk menyerang pasukan Mongolia.





Dengan berhasil mengusir pasukan Mongolia tersebut, Raden Wijaya pun naik tahta serta diberi gelar Sri Kertajasa Jayawardhana pada tahun 1293M. Para andal menyimpulkan, pada tanggal 10 Nopember 1293M, telah dinobatkan Raden Wijaya Sebagai Raja Kerajaan Majapahit.





Letak Kerajaan





 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Peta Lokasi Kerajaan Majapahit




Tata letak kerajaan ini berada didaerah Pulau Jawa, tepatnya ialah Provinsi Jawa TImur. Terletak didesa, yang berjulukan Triwulan sebuah wilayah di Mojokerto. Berdiri pada tahun 1293M hingga 1500M.





Sistem Pemerintahan





Pada masa pemerintahan Raja ke – 4, Hayam Wuruk, birokrasi serta pemerintahan berjalan dengan sangat teratur. Berikut sistim Birokrasi yang diterapkan oleh Hayam Wuruk dikala itu :





  1. Raja yang menjabat diasumsikan sebagai Penjelmaan Dewa oleh rakyat Majapahit dan mempunyai kekuasaan penuh didalam kerajaan..
  2. Rakryan Mahamantri Kartini, biasanya akan diduduki oleh para putra raja.
  3. Dharmadyaksa, yaitu pejabat dibidang aturan didalam pemerintahan kerajaan.
  4. Dharmaupattati, yakni pejabat dalam bidang keagamaan di kerajaan.




Tak hanya itu, Hayam Wuruk pun, membagi wilayah Kerajaan Majapahit dengan sangat teratur, antara lain :





  • Bhumi : kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja.
  • Negara : dipimpin oleh seorang Raja atau Natha atau Bhre, setara dengan tingkat provinsi.
  • Watek : dipimpin oleh Wiyasa, setara tingkat kabupaten.
  • Kuwu : dipimpin oleh seorang Lurah, setara dengan kelurahan.
  • Wanua : dipimpin oleh seorang Thani, setara dengan desa.
  • Kabuyutan : setara dengan dusun atau bisa juga menjadi tempat – tempat sakral Majapahit.




Baca Juga : Sejarah Kerajaan Sriwijaya





Raja – Raja Kerajaan Majapahit





 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Ilustrasi Raja Majapahit




  1. Raden Wijaya (periode 1293M – 1309M) (pendiri kerajaan).
  2. Jayanegara (periode 1309M – 1328M).
  3. Tribuana Tungga Dewi (periode 1328M – 1350M).
  4. Hayam Wuruk (periode 1350M – 1389M).
  5. Kusumawardani – Wikramawardhana (periode 1389M – 1399M).
  6. Suhita (periode 1399M – 1429M).
  7. Bhre Tumapel (Kertawijaya (periode 1447M – 1451M).
  8. Rajasawardhana (periode 1451M – 1453M).
  9. Purwawisesa (periode 1456M – 1466M).
  10. Kartabumi (periode 1466M – 1478M).




Bidang Politik, Ekonomi dan Kebudayaan Majapahit





1. Bidang Politik





 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Bidang Politik




Politik di Majapahit, banyak terjadinya pemberontakan dalam intern kerajaan sendiri, yang dipimpin oleh Ranggalawe, Nambi dan Sora, yang bertujuan untuk melengserkan pemerintahan Raden Wijaya.





Raden WIjaya dikenal dengan sifatnya yang sangat cerdik, sehingga pemberontakan itu bisa mereka atasi. Raden Wijaya wafat di tahun 1309M, kemudian digantikan oleh anaknya yang masih berumur 15 tahun, berjulukan Jayanegara.





Baca Juga : Kerajaan Kutai





Penunjukkkan tahta kerajaan kepada Jayanegara, sangat tidak tepat. Dimana, banyak terjadinya pemberontakan di Majapahit, lantaran tidak tegasnya kepemimpinan Jayanegara. Sehingga, ada sebutan “Kala Jamet” untuk Jayanegara, yang berati lemah nan jahat.





Beruntung Majapahit mempunyai Gajah Mada, yang ketika itu belum menjadi Mahapatih. Dengan adanya Gajah Mada, Jayanegara dilarikan ke desa Badaran, yang ketika itu pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti hampir berhasil untuk membunuh Jayanegara.





Di desa Badaran, ternyata Jayanegara dibunuh oleh Tancha ketika menjalankan proses operasi. Tancha itu sendiri, berprofesi sebagai tabib dan mempunyai dendam kesumat kepada Jayanegara. Hal ini diketahui Gaja Mada, kemudian Tancha ditangkap serta dibunuh oleh Gajah Mada sendiri.





Setelah wafatnya Jayanegara, Majapahit dipimpin oleh adiknya yang berjulukan Gayatri. Jayanegara tidak mempunyai keturunan, maka tahta kerajaan diwariskan ke Gayatri. Gayatri sendiri bergelar Tribuana Tunggadewi, yang memimpin Majapahit dari 1328M hingga 1350M.





Pemerintahan Gayatri pun tidak lepas dari pemberontakan, tetapi lagi dan lagi Gajah Mada berhasil menghalaunya. Berkat jasanya, alhasil Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih. Pada ketika pelantikan, Gajah Mada mengucap sumpah, yang kita kenal kini dengan “Sumpah Palapa”.





Bunyi Sumpah Palapa :

“Gajah Mada pantang bersenang – senang, sebelum berhasil menyatukan Nusantara”




Tribuana Tunggadewi wafat tahun 1350M, sehingga tahta kerajaan diteruskan Hayam Wuruk. Pada kepemimpinan Hayam Wuruk inilah, Majapahit yang dibantu oleh Gajah Mada menjadi berpengaruh dan besar. Yang kekuasaannya hampir menguasai seluruh wilayah di Indonesia.





2. Bidang Ekonomi





Majapahit terletak di tempat yang sangat strategis, hampir semua masyarakatnya berprofesi sebagai pedagang. Namun, banyak juga bekerja sebagai pengrajun emas, perak dan lain – lain.





Majapahit pun banyak mempunyai barang = barang alam, menyerupai kain, garam, lada serta burung kakaktua yang berhasil menjadi komoditas ekspor dari sebagian rakyatnya. Untuk impornya, mereka menentukan barang – barang yang terbuat dari besi, mutiara, perak, emas, keramik. Mata uang yang dibentuk Majapahit, terbuat dari adonan timah putih dan hitam, perak, serta tembaga.





Kemajuan dalam bidang ekonomi, disebabkan oleh 2 faktor, Yaitu :





  1. Sungai Bengawan Solo dan Lembah Sungai Berantas, yang cocok untuk bertani lantaran datarannya yang rendah.
  2. Pelabuhan yang berada di utara pantai Pulau Jawa, untuk sekedar pembayaran upeti ketika pedagang – pedagang lain singga di Majapahit.




3. Bidang Budaya





Perayaan keagamaan yang diadakan tiap tahunnya, bidang seni dan sastra, yang berperan penting dalam kebudayaan di Majapahit. Itulah yang menciptakan Majapahit sangat maju dalam bidang kebudayaan.





Masa Kejayaan





Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350M – 1389M), Kerajaan Majapahit hampir menguasai seluruh Nusantara. Yang dibantu dengan seorang Mahapatih yang berjulukan Gajah Mada. Sehingga Majapahit menjadi kerajaan yang terkuat, terbesat serta ditakuti pada masanya.





Tak hanya di Indonesia saja, Majapahit ternyata bisa menguasai wilayah Asia Tenggara lainnya, menyerupai Malaysia, Thailand, dan Singapura.





Runtuhnya Majapahit





Era emas Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, yang telah menaklukan banyak wilayah di Indonesia berakhir sudah. Sepeninggalan mereka, Majapahit pun mengalami suatu kemunduran yang drastis.





Selain itu, perkembangan kerajaan – kerajaan Islam di Indonesia, sudah semakin banyak. Yang sudah usang berdiri atau gres berdiri, saling menyerang Majapahit, sehingga menciptakan Kerajaan ini menjadi runtuh tahun 1518M.





Peninggalan – Peninggalah Majapahit





  • Candi Tikus




 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Candi TIkus




  • Candi Jabung




 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Candi Jabung




  • Candi Brahu




 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Candi Brahu




  • Gapura Wringin Lawang




 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Gapura Wringin Lawang




  • Gapura Bajang Ratu




 Atau melihat film ketika orang bau tanah kau sedang menonton tayangan film yang bercerita tentan √ Kerajaan Majapahit
Gapura Bajang Ratu




Demikian warta perihal sejarah singkat, pendiri, runtuhnya, dan peninggalan Kerajaan Majapahit yang melegenda, yang berhasil santinorice.com rangkum. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian ya.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Friday, April 14, 2017

√ Kerajaan Tarumanegara


Kerajaan Tarumanegara – Pernah mendengar perihal Tarumanegara?? Sekarang, SantinoRice.com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara. Pasalnya, kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu terbesar kedua sehabis sebelumnya ada Kerajaan Kutai.





Untuk itu, yuukk disimak artikel berikut perihal Kerajaan Tarumanegara.






Sejarah Berdirinya





Tarumanegara sendiri, dibagi menjadi 2 kata, yaitu Tarum dan Negara. Kata Tarum artinya sungai, namun sebagian menyebutkan kata Tarum ini yaitu nama sebuah tanaman berwarna yang ada di sungai Citarum. Serta Negara, berarti Negara.





Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Jayasingawarman yang bergelar Rajadiraja, tahun 358M. Kerajaan ini menganut pemikiran Hindu. Karena ditemukannya Naskah Wangsakerta.





Isi dari Naskah Wangsakerta membuktikan bahwa wilayah di Nusantara banyak didatangi pengungsi – pengungsi dari kerajaan di India. Pengungsi yang datang, kebanyakan berasal dari Kerajaan Palawa dan Kerajaan Calankayana. Karena pada ketika itu, di India sedang terjadi perang besar.





Dewawarman VIII atau Raja Salakanagara yang ketika itu menjabat sebagai raja di Jawa Barat, menawarkan izin bermukim kepada para pengungsi tersebut. Salah satu pemimpin tersebut dipimpin oleh Maharesi, yang berjulukan Jayasingawarman, Calankayana. Tempat bermukim dari rombongan Jayasingawarman beserta rombongan ini dinamakan Tarumadesya yang berarti Desar Taruma, terletak didekat sungai Citarum.





Seiring berjalannya waktu, Jayasingawarman mendirikan kerajaan yang berjulukan Tarumanegara, alasannya yaitu semakin banyaknya orang yang tiba di desa ini.





Letak Geografis Kerajaan





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Letak Kerajaan Tarumanegara




Kerajaan Tarumanegara berkembang di erat aliran sungai Cisadane, Ciliwung dan Citarum. Dibangun sekitar era ke-6M disebelah barat Pulau Jawa, kini masuk Provinsi Banten, Jakarta dan Jawa Barat.





Raja – Raja Kerajaan Tarumanegara





Kerajaan Hindu kedua ini, sempat dipimpin oleh 12 orang Raja, yaitu :





  1. Jayasingawarman (358m – 382m).
  2. Dharmayawarman (382m – 395m).
  3. Purnawarman (395m – 434m).
  4. Wisnuwarman (434m – 455m).
  5. Indrawarman (455m – 515m).
  6. Candrawarman (515m – 535m).
  7. Suryawarman (535m – 561m).
  8. Kertawaman (561m – 628m).
  9. Sudhawarman (628m – 639m).
  10. Hariwangsawarman (639m – 640m).
  11. Nagajayawarman (640m – 666m).
  12. Linggawarman (666m – 669m).




Masa Kejayaan





Kerajaan Tarumanegara ini hanya berlangsung selama 3 generasi saja dan memperoleh masa kejayaannya ketika dipimpin ole Raja ke-3, yaitu Raja Purnawarman, yang tak lain yaitu cucu dari pendiri kerajaan, Jayasingawarman.





Pada pemerintahan Raja Purnawarman, kerajaan ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan berhasil memperluas kekuasaannya dengan cara menaklukkan kerajaan – kerajaan disekitar Tarumanegara.





Tak hanya itu, Raja Purnawarman pun mendirikan beberapa bangunan infrastruktur biar mendukung perekonomian kerajaan, sebagai misalnya yaitu sungai Gomati dan sungai Candrabaga. Raja Purnawarman telah menyumbangkan 1.000 ekor sapi untuk pembangunan sungai tersebut.





Dengan melaksanakan perluasan secara besar – besaran, luas kekuasaan Tarumanegara sebanding dengan luas seluruh Jawa Barat. Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang bakir bijaksana, adil, besar lengan berkuasa serta tegas kepada rakyatnya.





Dia juga menyusun taktik dalam berperang, peraturan peperangan, membangun dinasti Warman serta menciptakan undang – undang perihal perkembangan kerajaan dan rakyatnya biar lebih berkualitas.





Masa Runtuh





Tarumanegara runtuh dikarenakan ketika dipimpin oleh Raja Tarusbawa, raja ke-13. Raja Tarusbawa lebih menentukan memimpin di kerajaan kecilnya di wilayah hilir sungai Gomati, daripada harus menduduki tahta di Tarumanegara.





Selama kokosongan yang terjadi itu, terjadi banyaknya serangan dari beberapa kerajaan di Jawa Barat. Salah satunya ialah Kerajaan Majapahit, yang menjadi tombak penting atas kehancuran Tarumanegara ini.





Tahta Kerajaan Tarumanegara, dipegang oleh Sudawarman. Yang mengakibatkan Tarumanegara mengalami kemunduran. Beberapa hal tersebut, antara lain :





  1. Sudawarman tidak mengerti perihal dilema yang ada di Tarumanegara.
  2. Sudawarman semenjak kecil tinggal di tempat Kanci, sehingga membuatnya tidak peduli perihal kasus kerajaan.
  3. Sudawarman menyerahkan ekonomi kepada raja dibawahnya.




Peninggalan Kerajaan Tarumanegara





Seperti kerajaan – kerajaan lain yang ada di Indonesia, Kerajaan Tarumanegara pun meninggalkan beberapa prasasti bersejarah. Berikut peninggalan bersejarah yang berhasil kami rangkum.





1. Prasasti Ciarunteun





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Ciarunteun




Ditemukan didekat sungai Ciarunteun, erat sungai Cisadane di Bogor. Prasasti yang berlukiskan sepasang tapak kaki ini, disinyalir yaitu tapak kaki Dewa Wisnu.





Prasasti ini dikenal juga sebagai Prasasti Ciampea, ditulis memakai huruf Palawa dan berbahasa Sanskerta. Makna dari tapak kaki ini bahwa Raja Purnawarman selain menjadi Raja Tarumanegara, juga sebagai pengayom atau melindungi rakyat Tarumanegara.





Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya





2. Prasasti Kebon Kopi





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Kebon Kopi




Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kec. Cibungbuang. Merupakan sebuah kerikil yang terdapat jejak kaki gajah airawata. Gajah ini merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Prasti ini ditulis degan huruf Palawa dan berbahasa Sanskerta.





3. Prasasti Tugu





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Tugu Tarumanegara




Prasasti ini, tidak beda jauh dengan prasasti – prasasti lainnya, bertuliskan huruf palawa dan berbahasa Sanskerta. Ditemukan di tempat Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Berisi tentang, cerita Purnawarman yang ketika menjabat raja, memerintahkan pasukan untuk menggali jalan masuk air di Gomati dan Chandrabaga selama 21 hari sepanjang 6.112 tombak.





4. Prasasti Jambu





Ditemukan didaerah perbukitan, yaitu Bukit Koleangkak Bogor. Berisi perihal sanjungan – sanjungan kepada Purnawarman yang gagah dan berani.





5. Prasasti Muara Cianten





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Muara Cianten Tarumanegara




Prasasti ini bertuliskan abjad ikal, sampai kini belum diketahui apa isi dari prasasti tersebut.





6. Prasasti Cidanghiyang





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Cidanghiyang




Ditemukan di pinngir sungai Cidanghiyang, tepatnya di desa Lebak, Pandeglang, Banten tahun 1947. Prasasti yang bertuliskan huruf Palawa ini, dikenal juga dengan sebutan Prasasti Lebak.





Isi prasasti ini ialah, “Ini tanah keperwiraan, keagungan dan keberanian yang bersungguh-sungguh dari Raja Dunia, Yang Mulia Purnawarman, yang menjadi sekalian raja”.





7. Prasasti Pasir Awi





com akan membahas perihal Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara √ Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Pasir Awi




Ditemukan di tempat Leuwiliang, yang terdapat gambar pahatan dahan, ranting, daun-daunan, buah-buahan, serta tapak kaki juga. PRasasti yang bertuliskan abjad ikal pun, sampai kini belum sanggup diketahui isinya.





Itulah Sejarah Singkat perihal Kerajaan Tarumanegara yang ada di Jawa Barat. Semoga sanggup menambah ilmu serta wawasan kalian ya.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Wednesday, April 12, 2017

√ Peninggalan Kerajaan Demak


Peninggalan Kerajaan Demak – Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas perihal Kerajaan Demak. Sejarah singkat, lokasi kerajaan, raja yang memimpin, hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak keluarga Kerajaan Demak itu sendiri.





Untuk artikel ini, SantinoRice.com akan membahas perihal penyebaran Ajaran Islam dan peninggalan – peninggalan bersejarah dari Kerajaan Demak atau disebut juga dengan Kesultanan Demak.





Okee gaes, eksklusif disimak dengan secama ya artikel berikut.






Penyebaran Ajaran Islam di Kerajaan Demak





Secara Geografis, Kesultanan Demak berada dilokasi yang amat strategis, yaitu di daerah Bintoro yang dikelilingi oleh muara sungai dari perairan Laut Muria. Sehingga menciptakan tanah – tanah di daerah Kerajaan Demak menjadi sangat subur, khususnya bidang pertanian.





Tak hanya itu, dalam bidang perdagangan, kerajaan ini menjadi kendali jalur dagang lantaran terletak diantara 2 pelabuhan besar, yaitu pelabuhan Mataram dan Pelabuhan Jepara.





Penyebaran fatwa Islam dipermudah dengan banyaknya pedagang yang singgah di daerah Kerajaan Demak. Terlebih lagi dengan keberadaan Wali Songo, yang sangat berperan penting dalam kemajuan fatwa Islam di kerajaan ini.





Terbukti dengan dibangunnya tempat ibadah bagi penganut agama Islam, yaitu Masjid Agung Demak. Dengan adanya Masjid Agung Demak itu, Wali Songo memusatkan aktivitas dan pengenalan perihal Islam menjadi lebih gampang dan tepat.





Contohnya ibarat Sunan Kalijaga, yang membuatkan dan mengenalkan Agama Islam melalui seni pewayangan, yang menciptakan Islam lambat laun mulai diterima oleh khalayak banyak di daerah kerajaan, yang pada dikala itu sebagian rakyat kerajaan masih menganut fatwa Hindu.





Disinilah asal muasal, Raden Patah mendirikan pesantren, yang dimana murid – murid dari Raden Patah tak hanya dari Pulau Jawa saja. Bahkan hampir seluruh pulau di Indonesia yang tiba dan menuntut ilmu di pesantren ini, ibarat Ambon, Sumatera, Kalimantan dan lainnya.





Sejak Kerajaan Majapahit yang menganut fatwa Hindu terbesar hancur, Demak memisahkan diri dan mulai mengembang kerajaannya sendiri. Kerajaan Demak pun menjadi peranan penting dalam berkembangnya Ajaran Islam di Pulau Jawa.





Dimulai dari mengambil alih kembali Malaka yang sempat diduduki oleh Portugis. Fatahillah dan pasukannya lah yang berhasil mengusir Portugis dari Malaka, yang dahulu dikenal dengan Sunda Kelapa. Seiring perkembangannya, Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta dan kini kita mengenalnya sebagai ibukota Indonesia, yakni Jakarta.





Kerajaan Demak memang sudah menguasai tanah Jawa sekitar setengah kala yang lalu, namun peradabannya masih dapat kita rasakan hingga dikala ini, ibarat :





  • Senopati Jimbun menyusun suatu undang – undang serta peraturan dalam bidang hukum, yaitu Salokantara. Kitab ini berisi perihal hakim dalam memimpin program keagamaan, yang disebut Kertopapatti dan Dharmahyaksa.
  • Imam Masjid Demak bergelar Penghulu atau Kepala. Gelar ini diberikan kepada orang penting dimasanya, yaitu Sunan Kalijaga. Kali disini yaitu turunan dari Bahasa Arab, yaitu Qadli.
  • Semakin berkembangnya bidang militer, terbukti dengan dibangunnya bangunan – bangunan di Demak serta di ibukota di kala ke-16 ini.
  • Peranan Masjid Demak selain sebagai tempat peribadatan rakyat Demak, juga dipakai sebagai sentra pertemuan dengan Kekhalifahan Ustmaniyah yang ada di Turki.
  • Dalam bidang kesenian, ibarat wayang topeng, wayang orang, tembang macapat, hikayat Jawa, pembuatan keris – keris dan gamelan.
  • Berkembangnya juga sastra Jawa di pantai timur Jawa dan pelabuhan – pelabuhan sebelah utara, yang sudah diubah menjadi lebih Islami.




Peran penting Agama Islam di Kerajaan Demak, memang mendorong kemajuan dalam bidang yang lainnya, ibarat Ekonomi, Militer, Pertahanan Kota, Kesenian, Sosial Budaya dan sebagainya. Ajaran Islam yang digalakkan oleh para keluarga kerajaan serta tugas penting dari Wali Songo. mengakibatkan Islam sebagai Fondasi kokoh untuk rakyat Demak yang unggul dan berkualitas.





Baca Juga : Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno





Peninggalan Bersejarah Kerajaan Demak





1. Masjid Agung Demak





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Masjid Agung Demak




Peninggalan bersejarah yang pertama, ialah Masjid Agung Demak. Masjid ini, didirikan oleh Wali Songo pada tahun 1479M. Masjid yang terletak di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah ini, menjadi bukti kasatmata bahwa Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama kali di tanah Jawa. Meskipun telah beberapa kali direnovasi, Masjid Agung ini masih bernuansa kental dengan arsitektur serta nilai filosofinya.





2. Pintu Bledeg





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Pintu Bledeg Demak




Bledeg sendiri berarti Petir, yang disebut juga Pintu Petir. Ki Ageng Selo, selaku pembuat pintu Bledek di sekitar tahun 1466M, serta menjadi pintu utama Masjid Agung. Menurut isu masyarakat, mengapa dinamakan pintu petir?? Karena pintu ini memang dibentuk dari petir. Pintu ini, kini tak dipakai lagi sebagi pintu Masjid Agung, tapi lantaran sudah tersimpan didalam Masjid Agung, sebagai koleksi museum peninggalan Kerajaan Demak.





3. Soko Tatal dan Soko Guru





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Soko Guru Demak




Soko Guru merupakan tiang penyangga bangunan Masjid Agung Demak yang mempunyai diameter hingga 1 meter. Soko Guru yang berjumlah 4 buah ini, dibentuk oleh Sunan Kalijaga. Saat Masjid Agung siap berdiri, Sunan Kalijaga gres menuntaskan 3 buah Soko Guru. Akhirnya, dengan terpaksa Sunan Kalijaga mengeluarkan ilmu spiritualnya, untuk menyambungkan semua potongan kayu atau tatal bekas pembuatan dari 3 buah Soko Guru tadi.





4. Bedug dan Kentongan





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Bedug dan Kentongan Kerajaan Demak




Bedug dan Kentongan yang ada di Masjid Agung Demak, merupakan peninggalan bersejarah yang dihentikan dilupakan. Keduanya dipakai sebagai menunjukan bahwa adzan akan dikumandangkan serta panggilan sholat berjamaah di Masjid Agung. Kentongan yang ibarat tapal kuda ini, mempunyai filosofi semoga masyarakat di sekitar Masjid Agung segera datang, ibarat sedang menaiki kuda.





5. Situs Kolam Wudlu





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Kolam Wudlu Demak




Kolam Wudlu ini dibentuk seiring dibangunnya Masjid Agung Demak. Kolam ini dulunya, dipakai untuk berwudhu santri atau musafir yang tiba untuk melakukan sholat. Saat ini, Kolam Wudlu tidak dipakai untuk berwudhu lagi, tetapi hanya dilihat saja sebagai tempat peninggalan kerajaan.





6. Maksurah





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Maksurah Masjid Demak




Maksurah merupakan kaligrafi bertuliskan bahasa Arab yang menghiasi dinding Masjid Demak. Dibuat pada tahun 1866M, dikala Adipati Demak di pegang oleh Aryo Purbaningrat. Maksurah tersebut mempunyai makna Keesaan Allah SWT.





7. Dampar Kencana





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Dampar Kencana




Merupakan sebuah singgasana Sultan yang dialihfungsikan sebagai Mimbar Khutbah Masjid Agung Demak. Hingga kini, Dampar Kencana telah disimpan di Masjid Agung, sebagai bukti peninggalan Kerajaan Demak.





8. Piring Campa





 hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak k √ Peninggalan Kerajaan Demak
Piring Campa




Piring Campa merupakan pinjaman dari seorang Putri asal Campa. Putri tersebut ialah ibu Raden Patah. Piring tersebut, berjumlah 65 buah. Sebagian dipasang di area imam sholat dan sebagiannya ditempel di dinding – dinding Masjid Agung Demak.





Baca Juga : Kerajaan Majapahit





Demikian isu yang telah kami rangkum, semoga dapat menambah wawasan kalian perihal Kerajaan Islam Pertama di Tanah Jawa.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Tuesday, April 11, 2017

√ Peninggalan Kerajaan Singasari


Peninggalan Kerajaan Singasari – Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya Kerajaan Singasari, kini SantinoRice.com akan membahas perihal benda peninggalan bersejarah dari kerajaan tersebut.





Langsung saja kita masuk ke topik pembahasan gaes. Cekidootttss!!!





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari




Peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singasari banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, sebagian besar merupakan bangunan candi – candi dan prasasti. Berikut rangkuman yang sudah penulis siapkan perihal Peninggalan – Peninggalan Bersejarah Kerajaan Singasari :






1. Candi Singasari / Singosari





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Singasari




Bangunan candi ini terletak di Kecamatan Singasari, Malang, Jawa Timur. Tepatnya berdiri di antara Gunung Tengger dan Gunung Arjuna.





Berdasarkan Kitab Negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada tahun 1351M, didaerah komplek candi ini merupakan sebuah tempat yang dinamakan “Pendharmaan” bagi sang raja terakhir Kerajaan Singasari, yakni Kertanegara.





Kertanegara yang wafat tahun 1292M, yang disebabkan bahwa Kerajaan tersebut diserang oleh Jayakatwang beserta pasukan Gelang – Gelangnya.





Konon info yang didapat, bahwa Candi Singasari ini belum sepenuhnya selesai dibangun.





2. Candi Jago





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Jago




Bentuk dari bangunan ini disusun secara Teras Punden Berundak. Candi Jago sangat unik, menurut info masyarakat setempat, potongan atas dari candi ini pernah tersambar petir, yang membuatnya hanya tersisa sebagian saja.





Tersusun dengan berbahan kerikil Andesit, Relief – Relief Pancatantra dan Relief – Relief Kunjarakarna terhias di potongan candi ini.





Baca Juga : Peninggalan Kerjaan Demak





3. Candi Sumberawan





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Sumberawan




Candi Sumberawan Merupakan sebuah bangunan Stupa yang ditemukan di wilayah Jawa Timur.





Digunakan oleh penganut anutan Buddha ini, terletak sekitar 6 km dari bangunan Candi Singasari.





Latar belakang candi yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Candi Rawan ini, sungguh cantik, lantaran berada didekat telaga yang airnya begitu jernih.





4. Arca Dwarapala





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Arca Dwarapala




Menurut penjaganya, arca ini merupakan pintu gerbang wilayah Kotaraja, namun hingga kini belum ditemukan niscaya dimana lokasi yang bahu-membahu dari Kotaraja Singasari. Arca ini mempunyai bentuk yang besar.





5. Prasasti Majusri





Merupakan seuah manuskrip yang dipahat di belakang Arca Majusri. Ditemukan di tempat Candi Jago, kini prasasti ini berada di Musem Nasional Jakarta.





6. Prasasti Mula Malurung





Prasasti ini diberikan kepada Pranaraja, yang merupakan sebuah piagam penganugerahan untuk Desa Mula dan Desa Malurung.





Dibuat dikala Kertanegara masih menjadi raja muda tahun 1255M, atas perintah ayahnya, Wisnuwardhana selaku Raja Kerajaan Singasari kala itu.





Prasasti ini berbehtuk lempengan – lempengan tembaga. Masing – masing lempengan ditemukan ditempat yang berbeda – beda.





Sekitar sepuluh buah lempengan ditemukan tahun 1975M, bersahabat kota Kediri, Jawa Timur.





Sedangkan, ditemukannya lagi sekitar 3 lempengan di tempat penjual pasar loakan, yang tak jauh dari ditemukannya lemperngan sebelumnya. Semua lempengan tersebut, kini tersimpan rapi didalam Musem Nasional, Jakarta.





Baca Juga : Kerajaan Kutai





7. Prasasti Singasari





Prasasti ini dibentuk oleh Mahapatih Gajah Mada, yang merupakan sebuah manuskrip yang dibentuk untuk mengenang sebuah Caitya atau Candi Pemakaman.





Prasasti yang bertarikh ini dibentuk sekitar tahun 1351M, dimana pada potongan pertama, berisi perihal pentarikhan tanggal yang jelas dan pemaparan perihal posisi – posisi benda di angkasa.





Serta potongan kedua, berisikan perihal maksud dibuatnya prasasti ini, yakni sebagai kejadian pembangunan sebuah caitya.





Ditemukan di Singsasari, Malang, Jawa Timur dan kini telah tersimpan di Museum Gajah serta ditulis memakai Aksara Jawa.





8. Candi Jawi





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Jawi




Merupakan sebuah tempat untuk pendharmaan atau penyimpanan sebagian debu raja terakhir Singasari, Kertanegara.





Dan sebagiannya lagi tersimpan di Candi Singasari. Candi Jawi dan Candi Singasari, saling terkait dengan Candi Jago, yang merupakan sebuah tempat peribadatan Kertanegara.





Candi ini terletak di tengah jalan raya, tempat Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan.





Baca Juga : Kerajaan Majapahit





9. Prasati Wurare





Merupakan sebuah prasasti yang berisi perihal dinobatkannya Arca Mahaksobhya didaerah Wurare. Prasasti ini yang ditulis memakai bahasa Sanskerta sekitar tahun 1289M atau 1211 Saka.





Arca Mahaksobhya menjadi lambang kehormatan Kertanegara dan Kerajaan Singasari, yang dianggap telah mencapai derajat Jina atau Buddha Agung. Yang Tertulis dibagian bawahnya secara melingkar.





10. Candi Kidal





 Setelah kita membahas perihal awal mula berdirinya  √ Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Kidal




Dibangun sebagai penghormatan kepada Anusapati, raja kedua Singasari. Anusapati memerintah semenjak tahun 1227M hingga 1248M, yang dibunuh oleh Tohjaya atau Ken Umang, sebagai bentuk perebutan tahta Singasari serta balas dendam atas selesai hidup ayahnya, Ken Arok. Kematian Anusapati juga diyakini lantaran kutukan Mpu Gandring.





Nah itulah, beberapa benda Peninggalan Bersejarah Kerajaan Singasari beserta gambar dan letaknya yang sudah penulis bagikan. Sejatinya setiap benda peninggalan bersejarah, perilaku kita yaitu menjaganya sebaik mungkin, ibarat tidak mencoret – coret atau menggambar pada dinding candi yang kita kunjungi.





Agar kelestarian dari benda peninggalan kerajaan ini menjadi tumpuan kasatmata bagi kehidupan anak – anak kita kelak. Semoga sanggup menambah wawasan kalian perihal benda-benda bersejarah yang ada di Nusantara.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com